Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Sakit, Satu Siswa SMP Tak Ikuti UNBK

24 April 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PIKIRKAN JAWABAN: Peserta UNBK di salah satu SMP di Lamongan membaca soal yang diujikan lewat komputer.

PIKIRKAN JAWABAN: Peserta UNBK di salah satu SMP di Lamongan membaca soal yang diujikan lewat komputer. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Satu siswa SMP dinyatakan tidak mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, siswa tersebut berasal dari SMPN 1 Paciran. Alasannya, sakit.

Kepala Disdik Lamongan,  Adi Suwito, mengatakan, siswa tersebut dapat mengikuti ujian susulan (29 - 30/4). Selain itu, terdata 18 siswa lainnya tidak masuk daftar daftar nominasi sementara (DNS) dan daftar nominasi tetap (DNT).

Mereka juga masih bisa mengikuti ujian susulan ketika datang ke lembaganya. Sebab, 18 siswa itu tidak menyatakan mundur. Namun, mereka tidak hadir saat pelaksanaan ujian tanpa keterangan. “Kalau lembaga tetap memfasilitasi apabila masih berniat ikut ujian. Karena namanya masih terdaftar di data provinsi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, empat syarat kelulusan bagi siswa SMP terdiri atas rapor semester 1-6, mengikuti USBN, memiliki karakter yang baik, dan mengikuti UNBK.

Sehingga, UNBK bukan menjadi satu-satunya standar kelulusan. Namun, syarat mengikuti UNBK tetap harus dipenuhi. Hasil UNBK nantinya menjadi syarat mendaftar di SMA/SMK. “Saya optimistis hasilnya akan baik meski tidak menjadi penentu kelulusan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, mengklaim, pelaksanaan UNBK MI/MTs berjalan lancar. Namun, satu siswa juga tidak bisa mengikuti alasan sakit. Rekom tersebut sudah diajukan sejak lama. Sehingga siswa tersebut tidak masuk daftar peserta UNBK.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia