Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Tujuh TPS di Dapil III Hitung Ulang

24 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DUA TPS HITUNG ULANG DI KECAMATAN KOTA: Petugas memasukkan data surat suara di tingkat PPK Lamongan kemarin.

DUA TPS HITUNG ULANG DI KECAMATAN KOTA: Petugas memasukkan data surat suara di tingkat PPK Lamongan kemarin. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

Laporan adanya dugaan selisih surat suara di dapil III juga diterima Bawaslu Lamongan. Ketua Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar, mengatakan,  perhitungan ulang direkomendasikan karena tidak ada kesesuaian salinan C1 dan C1 plano.

Di dapil III, berdasarkan datanya, ada pengitungan ulang pada 4 TPS di Kecamatan Pucuk. Kemudian, satu TPS di Kecamatan Babat  dan dua TPS di Kecamatan Sugio.

‘’Karena jumlah C1 plano tidak sesuai, akhirnya dilakukan perhitungan ulang surat suara tersebut,’’ katanya.

Ada berapa TPS hitung ulang Se-Kabupaten Lamongan? ‘’Sampai saat ini, data yang sudah masuk sebanyak 40 TPS yang melakukan perhitungan ulang,’’ jawabnya.

Di wilayah Kecamatan Kota Lamongan, berdasarkan data panwascam setempat, ada satu desa dan kelurahan yang melakukan perhitungan ulang. ‘’Sidoharjo dan Sumberejo,’’ ujar Ketua Panwascam Lamongan, Sanawar.

Dia menjelaskan, di Desa Sumberejo ada perselisihan antara daftar hadir dan akumulasi jumlah suara. Sedangkan di Kelurahan Sidoharjo, selain kasusnya sama, juga ditemukan C1 tidak bersegel tapi berhologram.

Menurut dia, surat C1 tersebut tak bersegel, namun kotak suaranya bersegel. Sehingga, indikasi penggelembungan suara belum bisa dibuktikan. Setelah mengacu daftar hadir dan rekapitulasi, plano form C1 kemudian dibuka. Data dikroscek dan dikembalikan sesuai daftar aslinya.

Sanawar menyatakan, pihaknya fokus pada perhitungan ulang di dua TPS tersebut. Tujuanya, semuanya klir, tidak ada masalah.

Devisi Teknis KPUK Lamongan, Nur Salam, mengatakan, TPS memang ada yang melakukan perhitungan ulang. Sesuai rekom panwas, hitung ulang dilakukan karena ada kesalahan perhitungan data.

Dia menilai ada kesalahpahaman dalam perhitungan. Dicontohkannya, surat suara yang tercoblos partai dan caleg. Seharusnya itu dihitung satu, namun dihitung dua.

(bj/mal/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia