Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Gala Siswa Indonesia 2019 Kabupaten Tuban

Tanamkan Pendidikan Karakter melalui Sepak Bola

Jaring Bibit-Bibit Muda, Optimis Juarai GSI

23 April 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SELAMAT: Kabid SMP Sutarno menyerahkan piala kepada perwakilan tim Kecamatan Merakurak sebagai juara 1 GSI 2019 Kabupaten Tuban.

SELAMAT: Kabid SMP Sutarno menyerahkan piala kepada perwakilan tim Kecamatan Merakurak sebagai juara 1 GSI 2019 Kabupaten Tuban. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Gala Siswa Indonesia (GSI) 2019 Kabupaten Tuban sukses digelar. Kompetisi sepak bola jenjang pendidikan SMP itu resmi ditutup pada Minggu (21/4).

Hasilnya, tim dari Kecamatan Merakurak keluar sebagai kampiun setelah berhasil mengalahkan tim Kecamatan Tuban pada laga final yang berlangsung di Stadion Lokajaya. Dengan demikian, tim Kecamatan Tuban menduduki posisi runner up atau juara dua. Sedangkan juara tiga diraih tim Kecamatan Plumpang setelah mengalahkan tim Kecamatan Bangilan.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Tuban sekaligus manajer GSI Sutarno mengatakan, event sepak bola jenjang SMP merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dan, 2019 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan GSI yang serentak digelar di seluruh Indonesia. ‘’Termasuk di Tuban. Syukur alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

KOMPAK: Para tim pelaksana GSI 2019 Kabupaten Tuban pose bersama dengan para juara usai penyerahan hadiah dan piala.

KOMPAK: Para tim pelaksana GSI 2019 Kabupaten Tuban pose bersama dengan para juara usai penyerahan hadiah dan piala. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Disampaikan Tarno, GSI tidak hanya sekadar mencari bibit unggul calon pesebak bola. Lebih dari itu, GSI merupakan program Nawacita Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan revolusi mental melalui kegiatan olahraga. Yakni, menanamkan dan menumbuhkan karakter siswa melalui jiwa sportifitas, kerja keras, kerja sama, dan disiplin.

‘’Subtansi dari kegiatan GSI ini adalah pembentukan karakter melalui sepak bola. Itulah tujuan utama yang ingin dicapai Kementerian Pendidikan. Selain itu juga untuk menjaring bibit-bibit muda calon pesepak bola nasional,’’ ujar dia.

Tarno berharap, pendidikan karakter melalui sepak bola bisa diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Baik di sekolah maupun di rumah. ‘’Para atlet harus mampu menjadi teladan bagi teman-teman yang lain. Utamanya dalam menerapkan kedisiplinan, kejujuran, dan sportifitas,’’ tuturnya.

Masih dikatakan Tarno, pelaksanaan GSI pada tahun ini terbilang cukup sukses dibanding tahun pertama 2018. Diharapkan, pada tahun-tahun berikutnya juga semakin sukses dan semakin banyak lagi atlet-atlet sepak bola asal Tuban yang berkiprah di tingkat nasional. ‘’Terima kasih atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan GSI di Kabupaten Tuban. Semoga tahun depan semakin sukses. Baik dari segi pembentukan karakter siswa maupun menjaring atlet-atlet muda sepak bola berbakat,’’ ujar dia.

Sekadar diketahui, GSI merupakan kompetisi berjenjang mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hinggal level nasional. Dengan begitu, pemain-pemain terbaik yang dipilih bakal mewakili Kabupaten Tuban untuk mengikuti kompetisi GSI tingkat provinsi.

‘’Tahun lalu kita (tim asal Tuban, Red) berhasil menjadi runner up. Semoga tahun ini kita bisa menjadi juara provinsi, sehingga bisa mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional,’’ tandasnya.

(bj/tok/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia