alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

17 Incumbent DPRD Tuban di Ujung Tanduk

23 April 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AMIN FAUZIE/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN - Nasib sejumlah anggota DPRD Tuban yang kembali ‘’bertarung’’ pada pemilu legislatif (pileg) 2019 dikabarkan di ujung tanduk. Dari hasil rekapitulasi terbaru yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, mereka diprediksi kalah berebut suara dengan caleg anyar yang ikut ‘’naik ring’’ pesta demokrasi tahun ini.

Dari 43 anggota DPRD Tuban yang kembali maju dalam pencalegan, 17 di antaranya meraih suara jeblok.

PKB sebagai partai pemenang pemilu di Tuban, misalnya. Dari 12 anggota dewan yang kembali mencalonkan, 2 di antaranya diperkirakan tertinggal. Mereka adalah M. Imron Chudlori dari dapil I (Tuban, Merakurak, Montong, dan Kerek). Ketua Komisi D DPRD Tuban ini kalah bersaing dengan rekan separtainya. Berikutnya, Agus Hidayat dari dapil V (Jenu, Tambakboyo, Bancar, dan Jatirogo). Sementara sepuluh incumbent lain dari PKB berpeluang kembali ke gedung dewan.

Mereka adalah M. Miyadi, Achmad Chamim,Dody Fakrudin, Rofi’udin, Ainur Rofiq, Mujari, Yusuf, Mukson, Fahmi Fikroni, dan Mutafaridah.

Sekretaris DPC PKB Tuban M. Miyadi ketika dikonfirmasi menyampaikan, dari 16 kursi yang diraih, hanya 2 caleg incumbent di dapil I dan dapil V yang terancam posisinya. Sementara 14 caleg melenggang mulus. Tiket tersebut didapat 10 caleg incumbent dan 4 caleg pendatang baru.

Di Partai Demokrat, ada empat incumbent yang nasibnya belum jelas. Salah satunya Cancoko, anggota Komisi B DPRD Tuban yang bertarung di dapil II. Nasib yang sama juga menimpa M. Hadi Nuriza, wakil ketua DPRD Tuban yang berebut suara di dapil III. Kabarnya, suara Riza, sapaan akrabnya kalah bersaing dengan Ilmi Zada, putra ketua DPC Partai Demokrat Tuban M. Anwar.

Sementara M. Fuad, anggota komisi A yang maju di dapil IV juga terpaut tipis dengan caleg anyar peraih suara terbanyak dari partainya. Begitu juga Aris Dwi S. Setiawan di Dapil V yang tak berhasil mengungguli M. Mutashim Billah, putra ragil ketua DPC Partai Demokrat Tuban.

Ilmi Zada ketika dikonfirmasi mengaku suaranya masih terpaut tipis.  ‘’Insya Allah saya masih unggul (dibanding M. Hadi Nuriza, Red). Namun, semuanya masih proses penghitungan,’’ ujar dia.

Sekretaris DPD Partai NasDem Tuban NasDem Rasmani kepada wartawan koran ini menyampaikan, dari tiga caleg incumbent partainya hanya satu yang masih bertahan. Caleg tersebut tidak lain dirinya sendiri yang bertarung di dapil I.

‘’Ada peluang, tapi tipis untuk Pak Narto,’’ ujar dia. Untuk dapil IV dimungkinkan tetap mendapat satu suara. Hanya saja, kursi tersebut tidak diraih caleg incumbent Ilham Azka, namun direbut caleg pendatang baru dari partai ini, Prezly Diokto.

Ilham Azka ketika dikonfirmasi menyatakan sudah mengangkat bendera putih. 
Sementara itu, sejumlah anggota DPRD Tuban dari Partai Golkar diperkirakan kesulitan mempertahankan gelarnya sebagai wakil rakyat. Pada Pemilu 2019, empat incumbent anggota DPRD Tuban dari partai berlambang beringin ini yang kembali berjuang pada pemilu tahun ini.

Suara mereka jauh dari harapan. Keempat caleg tersebut, Nanik Herdiyanti (dapil III), Arina Jumiawati (dapil III), Tuhfatul Khoiriyah (dapil IV), dan Siti Jumi Sholichah (dapil II). Sedangkan dua incumbent lainnya bernasib mujur dan berpeluang besar mendapat tiket kembali ke gedung dewan. Mereka adalah Hartomo (dapil II) dan Edi Susanto (dapil III).

Siti Jumi Sholicah ketika dikonfirmasi tak banyak berkomentar terkait namanya yang belum tercatat dalam daftar caleg jadi yang beredar. ‘’Kalau nggak (tercatat, Red) artinya bagaimana,’’ jawab dia.

Tiga incumbent anggota DPRD Tuban dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga diprediksi bakal terpental dari kursi legislatif. Mereka adalah Rakhmad (dapil I), Siti Rofiqoh (dapil IV), dan Warsito (dapil III). Ketua DPC PPP Tuban Aguk Sahabudin, optimistis partainya berhasil mempertahankan dua kursinya. Yakni, dirinya di dapil I dan Husam dari dapil IV.

Sementara Partai Gerindra yang menurunkan lima incumbent anggota DPRD Tuban juga tak mampu mempertahankan eksistensinya. Dari hasil penghitungan suara, hanya tiga yang diperkirakan mampu bertahan.  Mereka adalah Tri Astuti (dapil II), Elis Yuanita Dewi (dapil V), dan Lutfi Firmansyah (dapil III). Sementara Sunardi Endro (dapil III) dan Gunawan (dapil IV) diperkirakan hampir pasti terpental. 

Perlu diketahui, dari 50 anggota DPRD Tuban, 3 di antaranya memutuskan tak maju pada pileg. Ketiga politisi tersebut, Sa’dun Naim (PKB), M. Imam Solihin (Gerindra), dan Dami (Hanura).

Sementara 4 anggota dewan lainnya bertarung di DPRD provinsi. Yakni, Nur Azis, (PKB), Kristiawan (Partai Golkar), Karjo (PDI Perjuangan), dan Agung Supriyanto (PAN).

Empat puluh tiga anggota dewan lainnya kembali bertarung pada pileg. Rinciannya, PKB (12), Partai Golkar (6), Partai Gerindra (5), Partai Demokrat (6), PDI Perjuangan (4), PAN (2), NasDem (3), PKS (3), dan PP (2).

(bj/zak/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia