Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Jadi Acuan Pemetaan Kompetensi

23 April 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ACUAN PEMETAAN KOMPETENSI: Siswa salah satu SD mengerjakan soal ujian sekolah berstandar nasional kemarin.

ACUAN PEMETAAN KOMPETENSI: Siswa salah satu SD mengerjakan soal ujian sekolah berstandar nasional kemarin. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

KOTA – Pelaksanaan hari pertama ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kemarin (22/4) berjalan lancar.

‘’Tidak ada kendala pada pelaksanaan USBN dan UNBK hari ini (kemarin),’’ tutur Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Adi Suwito.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengimbau pada lembaga penyelenggara UNBK SMP/MTs untuk menyediakan genset sebagai alternatif ketika listrik padam. ‘’Itu sudah kita intruksikan sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan,’’ ujarnya.

Dia memastikan USBN dan UNBK tak menjadi penentu kelulusan bagi siswa. Namun, Adi berharap seluruh siswa serius dalam mengerjakan soal. Sebab ujian ini sebagai acuan kompetensi siswa.

‘’Untuk mengukur pemetaan dan melihat potensi anak tersebut. Jadi harus tetap serius mengerjakan soal,’’ katanya.

UNBK tingkat SMP/MTS dilaksanakan hingga 25 April nanti. UNBK susulannya, 29-30 April mendatang. Tahun ini, 48 SMP negeri dan 108 SMP swasta, serta  2 MTs negeri  dan 104 MTs swasta melaksanakan UNBK. Pesertanya, 8.542 pelajar SMP negeri dan 3.327 siswa swasta. Serta 764 pelajar MTs negeri dan 6.153 siswa swasta.

Sementara USBN SD dilaksanakan hingga besok (24/4). USBN diikuti 631 SD negeri dan swasta serta 532 MI negeri dan swasta. Pesertanya, 8.819 pelajar SD negeri dan 624 siswa SD swasta. Kemudian 133 pelajar MI negeri dan 8.509 siswa MI swasta.

Bupati Fadeli memompa semangat pelajar yang melaksanakan USBN dan UNBK.  ‘’Yang optimis ya, jangan menyerah sebelum berusaha. Kemudian dibarengi dengan doa, insya Allah pasti bisa dan hasilnya baik,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan prestasi pelajar SMA sederajat di Lamongan. Tahun ini, sekitar 500 siswa masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Prestasi itu tidak lepas dari baiknya sistem pendidikan di bawahnya, mulai dari TK hingga SMP.

“Prestasi ini tidak bisa muncul begitu saja, tapi inputnya sudah dimulai dari TK, SD, dan SMP. Kalau inputnya bagus, outputnya juga insya Allah bagus. Karena itu jangan sepelekan pendidikan dasar, sehingga yang mendapat atensi hanya sekolah menengah atas saja,” ujarnya.

Fadeli melihat kesiapan USBN dan UNBK bersama Sekkab Yuhronur Efendi dan Adi Suwito.

Sementara itu, tujuh lembaga madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Lamongan terpaksa menumpang untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Lembaga di bawah naungan kementrian agama (kemenag) setempat itu masih ada kendala dalam pengadaan sarana ujian tersebut.

Sedangkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di lembaga madrasah ibtidaiyah (MI) tidak ada lagi peserta yang menggunakan smartphone. Sebanyak 538 MI menggunakan komputer untuk mengerjakan soal-soalnya.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, menuturkan, baik UNBK maupun USBN berlangsung lancar. Seluruh peserta hadir dan dapat mengerjakan dengan baik. Terkait tujuh lembaga MTs yang menumpang, dia berharap tahun mendatang seluruh madrasah di Kota Soto ini memiliki sarana untuk melaksanakan ujian berbasis komputer itu.

‘’Sementara ini MTs sudah memiliki 169 server di setiap lembaga, kecuali tujuh MTs yang masih menumpang. Kalau MI, 538 lembaga sudah punya server. ‘’Semuanya serba online,’’ kata Ghofur di sela-sela sidak di MI Ma’arif Sunan Drajat Lamongan kemarin (22/4).

Dia menjelaskan, untuk pengadaan sarana ujian seperti komputer, beberapa lembaga memanfaatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, ada lembaga yang swadaya. ‘’Sebenarnya tidak harus beli. Pakai laptop milik pribadi, keluarga, atau guru kan juga bisa,’’ ujar Ghofur.

(bj/ind/din/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia