Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Dua Jenazah Sudah Diambil Keluarganya

Terungkap karena Gelang Bonex

23 April 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MUSIBAH: Jenazah yang awalnya tidak diketahui identitasnya telah diambil keluarganya.

MUSIBAH: Jenazah yang awalnya tidak diketahui identitasnya telah diambil keluarganya. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Jenazah dua pemuda tewas akibat tertabrak kereta api (KA) barang, di jalur kereta api belakang pos dinas perhubungan (dishub), pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Veteran sekitar pukul 23.30 pada Sabtu lalu (20/4) lalu akhirnya telah diketahui identitasnya. Padahal sebelumnya Kapolsek Bojonegoro Kota Kompol Eko Dhani mengatakan, akan dimakamkan kemarin (22/4) pagi.

“Kedua jenazah tersebut dibawa pulang oleh keluarganya pagi tadi (kemarin, Red),” ujarnya.

Tim medis RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Dokter Supadjar mengatakan, korban telah diketahui identitasnya. Salah satu korban yang tubuhnya terpotong lima bagian, diketahui bernama Ahmad Sulton Badrus, 16, asal Desa Nglajang, Kecamatan Sugihwaras. Sedangkan korban lainnya, yang jenazahnya masih utuh, diketahui bernama Alberto Sances Gavito Putro, 17, asal Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

“Pihak keluarga sudah mengambil jenazahnya,” katanya.

Adapun kronologi terungkapnya identitas Ahmad Sulton Badrus berawal dari informasi saksi yang merupakan teman mondok korban. Menurut saksi, pada malam sebelum korban tertabrak kereta api, korban sempat meminjam sarung milik saksi, untuk dipakai ke luar dari pondok. Namun hingga pagi hari, korban tidak kunjung kembali atau mengembalikan sarung miliknya.

Kemudian teman korban mendengar informasi bahwa ada dua pemuda tertabrak kereta api. Teman korban pun berupaya menghubungi pihak keluarga, untuk memastikan apa betul salah satu korban yang tertabrak KA tersebut adalah temannya.

“Akhirnya, keluarga korban didampingi Kepala Desa Ngljang Kecamatan Sugihwaras dan perangkat desa setempat serta teman korban yang dipinjami sarung tersebut, datang ke RSUD Bojonegoro, untuk memastikan identitas korban,” jelasnya.

Sementara itu, jenazah Alberto Sances Gavito Putro, 17, terungkap karena korban menggunakan gelang Bonex. Sehingga teman-teman korban dari komunitas Bonex yang mengetahui identitas atau mengenal korban, segera memberitahu ibu kandung korban.

“Setelah diberi tahu, ibu kandung korban mengecek ke RSUD dan tenyata benar anaknya, kemudian jenazah dibawa pulang akan dimakamkan di Ngawi,” pungkasnya.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia