Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Masuk Rumah Sakit hingga Meninggal Dunia

22 April 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KEJAR TARGET: Petugas PPK Kecamatan Tuban menghitung suara dari seluruh PPS.

KEJAR TARGET: Petugas PPK Kecamatan Tuban menghitung suara dari seluruh PPS. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

KABAR duka menyelimuti penyelenggara pemilu di Tuban. Kemarin (21/4), anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) TPS 024 Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding meninggal dunia. Dia bernama Edi Supandi. Pria berusia 48 tahun ini diduga meninggal dunia karena kelelahan setelah hampir 24 jam full memroses penghitungan surat suara pemilihan presiden (pilpres), DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban dari warga di lingkungan tempat tinggalnya,  almarhum memiliki riwayat jantung. Saat bertugas pada hari H pencoblosan 17 April lalu, yang bersangkutan masih dalam kondisi sehat dan bugar. Namun, setelah menyelesaikan penghitungan suara hingga larut malam, yang bersangkutan demam.

Ketua Panwascam Semanding M. Ali Abdurrohman mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterima dari masyarakat, yang bersangkutan  memaksakan diri untuk tetap melanjutkan tugas, meski dalam kondisi demam.

Mungkin, karena kelelahan berat, kemarin (21/4) siang yang bersangkutan pingsan. Keluarganya kemudian melarikan yang bersangkutan ke rumah sakit. Sekitar pukul 15.30, Edi Supandi mengembuskan napas terakhir.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tuban (KPUK) Tuban Kasmuri membenarkan meninggalnya anggota penyelenggara pemilu tersebut. ‘’Iya, beliau meninggal dunia tadi sore (kemarin, Red),’’ ujar dia yang mengaku belum mengetahui penyebab meninggalnya yang bersangkutan.
Atas nama KPUK, Kasmuri menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya anggota KPPS tersebut. ‘’Kita memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdianya dalam memperjuangkan demokrasi dan menyukseskan Pemilu 2019,’’ tuturnya.
Selain Edi Supandi yang diduga kelelahan hingga meninggal dunia, satu lagi anggota KPPS yang drop dan harus dirujuk ke rumah sakit akibat terserang tifus. Dia adalah Nurul Hasanah. Dia adalah salah satu anggota KPPS di wilayah Kecamatan Plumpang. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, saat ini yang bersangkutan dirawat di RS Muhammadiyah Babat, Lamongan.
Sementara itu, rekapitulasi suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) telah memasuki hari keempat. Namun, hingga kemarin petang baru dua kecamatan yang menuntaskan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan tersebut.
Dua kecamatan yang selesai melaksanakan rekap penghitungan surat suara pemilihan presiden (pilpres), DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten itu, PPK Kenduruan dan Bancar. ‘’Untuk Kenduruan sudah selesai kemarin (Sabtu, Red) karena jumlah desanya memang relatif sedikit, kalau Bancar baru selesai tadi,’’ kata Divisi Teknis Penyelenggara KPUK Tuban Salamun tadi malam.
Sementara untuk 18 kecamatan lainnya, lanjut Salamun, hingga tadi malam masih dalam proses rekapitulasi. ‘’Masih ada waktu hingga 27 April,’’ ujar mantan ketua PPK Semanding itu.
Pantauan wartawan koran ini di sejumlah kecamatan yang masih melakukan proses rekapitulasi, sebagian petugas penyelenggara pemilu mulai terlihat kelelahan. Maklum, para penyelanggara pemilu, baik dari KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di tingkat kecamatan ini harus melakukan rekap suara dari pagi hingga tengah malam. Rata-rata sehari hanya mampu menyelesaikan proses rekap untuk dua desa. Sementara sebagian kecamatan jumlah desanya ada yang mencapai 20 desa lebih.

(bj/tok/ds/yan/can/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia