Rabu, 21 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Harus Mengerjakan dengan Jujur

22 April 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSIAP: Para siswa MI sedang berada di sebuah kegiatan. Para siswa MI dan SD kelas 6 sedang ujian sekolah berbasis nasional hari ini (22/4).

BERSIAP: Para siswa MI sedang berada di sebuah kegiatan. Para siswa MI dan SD kelas 6 sedang ujian sekolah berbasis nasional hari ini (22/4). (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO - 18.101 siswa dan siswi jenjang SD/MI mulai menjalani ujian sekolah berstandar nasional (USBN) serentak hari ini (22/4). Namun, ada perbedaan dengan tahun lalu, yakni nilai tak lagi menjadi faktor penentu penerimaan pada jenjang di atasnya. Mereka diminta untuk tetap jujur dalam menyelenggarakan.

Sehingga dinas pendidikan (disdik) tetap berharap agar peserta tetap serius mengerjakan ujian. Tentunya, demi meningkatnya mutu pendidikan.

Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi mengatakan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) mendatang tak berpatok pada nilai USBN. Sehingga PPDB SMP akan menggunakan sistem zonasi murni sebagai tolak ukur.

“Jadi saya berpesan kepada anak-anak agar tetap serius dalam mengerjakan soal ujia. Semoga dapat mengerjakan dengan tenang dan lancar,” kata dia kemarin (21/4).

Lanjut dia, meski begitu, nilai USBN tetap sangat penting. Sebab, hasil tersebut menjadi tolak ukur mutu pendidikan di Bojonegoro. Tentunya diharapkan adanya kenaikan perolehan rata-rata nilai.

“Sehingga hasil USBN menjadi salah satu tolak ukur mutu pendidikan. Jadi ini penting,” jelasnya.

Menurut Hanafi, pendistribusian soal telah sampai pada polsek kecamatan. Sabtu (20/4) lalu, soal sempat terkumpul sebentar di Disdik Bojonegoro, namun telah bergeser.

“Sehingga teknisnya sebelum ujian, UPT serta lembaga sekolah akan mengambil soal di polsek kecamatan masing-masing,” ujar dia.

Selain itu, imbuh dia, di setiap kecamatan juga sudah terdapat naskah soal cadangan. Perihal jumlahnya, dia belum dapat menyebutkan secara detail. Namun, yang jelas cadangan telah disiapkan.

“Kalau naskah soal cadangan jumlahnya tak lebih dari 5 persen dari keseluruhan peserta dan naskah di setiap kecamatan,” tambahnya.

Berdasarkan data Disdik Bojonegoro, terdapat 18.101 peserta SD/MI yang menjalani USBN. Rinciannya SD 13.609 dan MI 4.492 anak.

“Jumlah lembaga SD negeri ada 720, sedangkan swasta 18. Teruntuk MI saya tidak hafal persisnya,” tuturnya.

(bj/dny/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia