Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Besok, 17.765 Siswa SMP/MTs Jalani UNBK

21 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs Senin (22/4) nanti mulai tahap sinkronisasi. Kemarin (20/4) sinkronisasi hari kedua hingga berlanjut hari ini (21/4). Dalam prosesnya teknisi bersama dinas pendidikan (disdik) belum menemukan hambatan.

Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi menyampaikan, sinkronisasi server, download soal ujian, dan persiapan sarana prasaran telah dilakukan sejak Jumat (19/4) lalu. Rencananya sinkronisasi terus berlangsung hingga hari ini.

‘’Alhamdulillah memasuki hari kedua sinkronisasi terlihat lancar. Hampir selesasi tanpa hambatan,” katanya kemarin (20/4).

Menurut dia, proses sinkronisasi per harinya dilakukan setiap lembaga penyelenggara hingga pukul 16.00. Selain itu, pihaknya juga tak memungkiri adanya hambatan saat pelaksanaan nanti.

‘’Gangguan listrik, server, jaringan dan sebagainya pasti ada. Maka dari itu kita terus matangkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Sehingga, pihaknya melakukan koordinasi dengan PLN, Telkom dan sebagainya untuk mencegah gangguan yang dimungkinkan terjadi. Sehingga, pihak-pihak yang terkait harus selalu meyiapkan selama pelaksanaan UNBK.

‘’Hambatan seperti listrik, jaringan, sever dan sebagainya diharapkan tidak akan terjadi. Sehingga anak-anak bisa mengerjakan soal ujian dengan tenang dan sukses,” tutur dia.

Menurut dia, mental dan materi para peserta ujian telah siap. Sebab, telah menjalani berbagai materi tambahan dan tryout selama tiga kali sebelum ujian sebenarnya. ‘’Saya kira anak-anak sudah siap mental menjalani ujian. Terlebih UNBK telah kita laksanakan selama dua tahun berturut-turut,” ujarnya.

Berdasarkan data Disdik Bojonegoro, terdapat 216 lembaga SMP/MTS baik negeri dan swasta melaksanakan UNBK. Jumlah peserta 17.765 siswa. Rincian SMP 10.580 siswa dan MTs 7.185 siswa.

‘’Dalam pelaksanaannya ada yang menjalani dua dan tiga sesi. Namun, rata-rata lembaga sekolah melaksanakan dua sesi,” ucapnya.

(bj/dny/rij/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia