Kamis, 17 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

DAK Pendidikan Terancam Tak Cair

20 April 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KELEWAT LULUS: Siswa kelas XII sudah menjalani UNBK awal April lalu. Namun, DAK hingga kini belum cair.

KELEWAT LULUS: Siswa kelas XII sudah menjalani UNBK awal April lalu. Namun, DAK hingga kini belum cair. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Pencairan dana alokasi khusus (DAK)  pendidikan untuk kelas XII belum jelas. Padahal, sebentar lagi siswa-siswi tersebut sudah lulus. Pencairan terkendala penyusunan peraturan bupati (perbup) yang belum selesai.

“Kalau proses di kami (dinas pendidikan) sudah selesai. Tinggal menunggu bagian hukun terkait perbup-nya,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Hanafi.

Proses di disdik adalah verifikasi penerima. Proses itu sudah selesai dilakukan sejak dua bulan lalu. Jika sudah ada perbup baru,  pencairan siap dilakukan. Pencairan DAK pendidikan yang kini ditangani disdik ini perlu perbup baru. Tanpa perbup, disdik tidak bisa mengajukan pencairan ke kas daerah (kasda).

Sebelum ada perbup baru,  pencairan DAK memakai perbup lama. Perbup lama pencairan DAK bukan melalui disdik. Melainkan melalui dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD). Namun, kini pencairan ditangani disdik setempat. “Hanya tinggal itu saja,” jelasnya.

Tahun ini pemkab mengubah skema pencairan DAK. Dari DPMD ke disdik. Itu dilakukan karena DPMD fokus mengurus desa. Selain organisasi perangkat daerah (OPD) yang berubah, bank yang mencairkan juga diganti. Dari BPR ke Bank Jatim.  Pencairannya juga langsung ke siswa. Tidak melalui pemerintah desa.

Hanafi menargetkan pencairan bisa dilakukan sebelum ujian nasional (unas). Namun, saat ini unas sudah selesai, dan DAK belum juga bisa cair. Dia berharap bisa cair sebelum siswa lulus. “Semoga bisa cepat cair,” jelasnya.

Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 miliar. Itu nantinya akan disalurkan pada penerima DAK. Rencananya DAK pendidikan diberikan pada siswa SMA/SMK/MA.

Sementara itu, Kabag Hukun dan Perundangan Pemkab Bojonegoro Faisol Ahmadi belum memberikan keterangan mengenai itu. Saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, disdik juga memperkirakan kemungkinan pengalihan DAK ke siswa SMP. Itu karena siswa SMA sederajat akan menerima program pendidikan gratis berkualitas (Tistas) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rencananya, program itu akan dimulai Juli mendatang.

(bj/zim/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia