Kamis, 17 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Hanya Butuh Waktu Satu Jam

20 April 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HARI INI TERAKHIR: Proses sinkronisasi UNKB di salah satu SMP di Lamongan kemarin. Sinkronisasi itu dijadwalkan dua hari dan hari ini terakhir.

HARI INI TERAKHIR: Proses sinkronisasi UNKB di salah satu SMP di Lamongan kemarin. Sinkronisasi itu dijadwalkan dua hari dan hari ini terakhir. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA - Sinkronisasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP dilaksanakan kemarin (19/4) dan hari ini (20/4). Sedangkan pelaksanaan UNBK empat hari (22-25/4).

Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Udin, mengatakan, sinkronisasi menyesuaikan jadwal pusat. Lamongan mendapatkan jatah dua hari.

Untuk hari pertama hanya dua sesi, pukul 08.00 dan 10.00. Sedangkan hari kedua lima sesi, pukul 08.00-16.00. “Jadwal ini dari pusat, sehingga lembaga tidak bisa mengakses apabila tidak menyesuaikan jadwal pusat,” ujarnya.

Menurut dia, jadwal sinkron antara satu lembaga dan lembaga lainnya berbeda. Data terakhir, jumlah lembaga pelaksana UNBK ada 157 lembaga. Rinciannya, 133 lembaga mandiri dan 24 lembaga lainnya masih menumpang.

Udin mengklaim, persiapan lembaga tahun ini lebih matang. Apalagi lembaga swasta sudah menerima bantuan server dari dinas. Sehingga dipastikan UNBK bisa berjalan lancar.

Sementara itu, Humas SMPN 1 Lamongan, Aiyah, menuturkan, proses sinkronisasi berjalan lancar. Petugas IT sudah stand by sejak pukul 08.00 sesuai jadwal pusat. Sinkronisasi hanya berlangsung  sekitar satu jam. Selain kesiapan secara infrastruktur, lembaganya sudah melangsungkan UNBK selama beberapa kali. “Sehingga persiapannya lebih baik dan cepat,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menuturkan, sinkronisasi dilakukan mulai kemarin. Lembaga sudah siap, termasuk madrasah yang terdampak banjir.

Dia memastikan pelaksanaan ujian tetap dilakukan di lembaga setempat. Sebab, air tidak masuk ke kelas. Namun, pihaknya mengingatkan lembaga untuk menghubungi petugas PLN. Tujuannya, memastikan jaringan listrik tidak padam selama pelaksanaan ujian. “Tetap dilakukan di lembaga masing-masing, tapi antisipasinya lebih diperketat,” tuturnya.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia