Minggu, 19 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Dibebaskan, Napiter Pergi ke Surabaya

18 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BEBAS: Saifuddin Muhtar, napiter yang dititipkan di Lapas Lamongan, kemarin bebas setelah menjalani hukumannya.

BEBAS: Saifuddin Muhtar, napiter yang dititipkan di Lapas Lamongan, kemarin bebas setelah menjalani hukumannya. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN - Saat sebagian penghuni Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Kelas IIB Lamongan sibuk menyalurkan aspirasinya dalam pemilu kemarin (17/4), seorang napi teroris (napiter) menghirup udara segar. Dia adalah Saifuddin Muhtar, 29, asal Bima yang telah habis masa tahanannya.

Saifuddin ditahan sejak 14 April 2015. Dia mendapatkan putusan di penjara dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

''Saya akan ke Surabaya karena istri sudah di sana sejak beberapa hari lalu,'' kata Saifuddin saat ditemui di lapas setempat.

Dia menumpangi mobil Avanza hitam. Menurut Saifuddin, dirinya ke Surabaya dulu sebelum pulang ke tempat tinggalnya di Bima. Namun, dia  tak menjelaskan secara detail kapan ke Bima.

Mengapa keluarganya tak ada menjemput? ''Ini sudah ada anggota polres yang menjemput dan membawa mobil,'' jawabnya sambil tersenyum.

Saifuddin mengaku ingin menjadi sales atau berjualan sembako di rumah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Lapas Kelas llB Lamongan, Ignatius Gurnadi, mengatakan, banyak perubahan dari napiter tersebut. Jika sebelumnya tak mau berjamaah, maka berjamaah dan mendengarkan ceramah. Tahun lalu juga salat tarawih  bersama napi lainnya.

‘’Saifuddin Muhtar ini tak mendapatkan remisi sama sekali pada saat menjalani hukuman. Karena satu syarat mendapatkan itu, harus NKRI,’’ jelasnya.

‘’Sekarang di lapas masih dua napiter yang masih menjalani hukuman,’’ imbuhnya.

Dia menyebut Galih, 45, asal Trenggalek yang menjalani hukuman 7 tahun. Galih pindahan dari Probolinggo dan masih menjalani hukuman 2 tahun. Napiter lainnya, Supriyanto, 51, asal Batang, Jawa Tengah. Napiter ini menjalani hukuman 5  tahun. Dia pindahan dari Lapas Pamekasan dan masih menjalani 2 tahun penjara.

‘’Kalau Galih sudah mengikuti NKRI, sedangkan Supriyanto saya berharap turut serta mengikuti,’’ harapnya.

Menurut dia, Saifuddin tidak pernah memberikan ceramah di masjid setempat. Namun, napiter yang bebas tersebut mengajari bacaan Alquran kepada temannya dengan pengawasan petugas.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia