Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Tak Terbukti Melanggar, Rp 1,075 M Dikembalikan

18 April 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KLAIM MASIH UTUH: Okta Rosadinanta membawa kardus berisi uang yang sebelumnya diamankan kepolisian. Dia mengambil uang tersebut bersama Ketua DPC Gerindra, Tsalist Fahmi.

KLAIM MASIH UTUH: Okta Rosadinanta membawa kardus berisi uang yang sebelumnya diamankan kepolisian. Dia mengambil uang tersebut bersama Ketua DPC Gerindra, Tsalist Fahmi. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN - Uang Rp 1,075 miliar dari mobil milik  Okta Rosadinanta, caleg DPRD Jatim asal Gerindra, akhirnya dikembalikan Polres Lamongan kemarin (17/4) sore. Sebab, duit yang diamankan di Jalan Panglima Sudirman Lamongan dinihari Selasa (16/4) karena diduga untuk politik uang itu dinyatakan tidak terbukti. 

‘’Setelah dilakukan rapat pleno, tak ditemukan adanya peristiwa dugaan pelanggaran pemilu,’’ ujar Ketua Bawaslukab Lamongan, Miftahul Badar.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan investigasi. Sebelum rapat pleno Selasa (16/4) malam, 20 orang dimintai keterangan. ‘’Saya juga melakukan penelitian barang – barang dan pemeriksaan. Meminta keterangan beberapa pihak terkait,’’ imbuhnya.

Karena tidak ada dugaan pelanggaran pemilu, penanganan kasus tersebut dihentikan.  ‘’Barang – barang yang diamankan kini dikembalikan kepolisian lagi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Okta Rosadinanta mengatakan, uang sudah dikembalikan Polres Lamongan dengan kondisi komplit, Rp 1,075 miliar.

Menurut dia, tidak ada keluhan dari saksi ketika jatah mereka belum diberikan karena uangnya ditahan polisi. ‘’Tidak ada keluhan, sama sekali kepada saksi meskipun uang belum diterima,’’ ujarnya.

‘’Tidak ada potongan. Semua saksi menerima semua uangnya. Segera diselesaikan biar tuntas,’’ jelasnya.

Seperti diberitakan, Polres Lamongan mengamankan uang Rp 1,075 miliar dari sebuah mobil yang ditumpangi Okta dan seorang temannya di Jalan Panglima Sudirman Lamongan. Saat ditemukan, uang tersebut dibungkus dalam karton putih dan cokelat. Kapolres Lamongan, AKBP Feby Dapot Perlindungan Hutagalung, mengatakan, pihaknya memiliki waktu 24 jam dari terjadinya penangkapan tersebut. ‘’Saya minta waktu 24 jam terlebih dahulu agar mengetahui lebih jelas uang tersebut,’’ ujarnya.

Imam Muchlisin,  pengurus harian DPC Gerindra Lamongan, mengatakan, uang di mobil yang diamankan polres sebenarnya untuk uang saksi dan koordinator saksi. Dia tak mengerti mengapa sampai dilakukan pengamanan.  ‘’Itu benar, memang uang untuk saksi dan koordinator saksi dengan jumlah Rp 1,075 miliar,’’ katanya.

Dia menceritakan kronologi kejadian. Uang tersebut diambil dari DPD parpolnya.  Saat itu, ketua DPC-nya tidak bisa datang karena ada acara penting. Ketua DPC kemudian mewakilkan ke pengurus lainnya, Wakil Ketua Okta. ‘’Dalam pengambilan itu, ada tiga orang harus ada tanda tangan,’’ jelasnya.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia