Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Menuju TPS tanpa Pakai Sandal

18 April 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

WARGA PEDALAMAN: Pemungutan suara di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Bojonegoro kemarin (17/4). Di Dusun ini terdapat 100 lebih pengikut Sedulur Samin.

WARGA PEDALAMAN: Pemungutan suara di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Bojonegoro kemarin (17/4). Di Dusun ini terdapat 100 lebih pengikut Sedulur Samin. (MUHDANY YUSUF LAKSONO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BLORA - Jejak Lasiyo gontai. Berpakaian sederhana menuju rumah usai angon atau menggembala kambing di kebun, kemarin (17/4) pagi. Sekitar pukul 10.45, Lasiyo keluar rumah dengan badan segar dan berpakaian khas warga Samin.

“Seger waras,” ucap Lasiyo dengan bersalaman kepada para warga dan tamu di rumahnya. Lasiyo merupakan sesepuh warga Sedulur Sikep Samin Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Beberapa pengikut Sedulur Sikep Samin berdatangan di rumahnya. Mereka lengkap dengan pakaian khas Sedulur Sikep Samin. Pakaian dan celana serbahitam tanpa ada motif apapun. Memakai iket sebagai penutup kepala.

Saat bersalaman tampak keramahan para warga samin ini. Selain bersalaman, mereka selalu mengucapkan seger waras, sama seperti dilakukan sesepuhnya. Lasiyo ditemani Waini, istrinya juga mengenakan pakaian khas Samin.

Waini tampak anggun mengenakan kebaya hitam ada sedikit motif renda. Mengenakan jarik cokelat. Tanpa memakai alas kaki, Lasiyo dan Waini berjalan menuju tempat pemungutan suara (TPS). Diikuti sejumlah warga Samin lainnya.

Sesampainya di TPS 004 Desa Klopoduwur, waga Samin harus menunggu sekitar 15 menit. Bergantian dan dipandu petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), Lasiyo beserta warga Samin lainnya menentukan pilihannya di bilik suara. Cukup lama Lasiyo di dalam bilik suara. Terlihat kesulitan untuk memilih. Apalagi, ada lima surat suara.

Lasiyo senang bisa menyalurkan hak pilih dalam pemilu tahun ini. “Seneng, wong bade gadah bapak kok gak seneng pripun (senang, mau punya pemimpin kok tidak senang itu bagaimana?),” ujarnya dengan logat bahasa Jawa.

Lasiyo mengaku kesulitan saat memilih. Apalagi pemilihan DPR, merasa kesulitan karena tanpa ada foto. Hanya tulisan. “Ruwet kulo bingung,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Lasiyo mengatakan, tidak masalah siapapun yang nantinya terpilih. Dirinya akan menerima siapapun pemimpin mendatang, meski berbeda dengan pilihannya hari ini. “Sami saene kabeh iki sedulur (sama baiknya semua itu saudara),” ungkapnya.

Warga Samin di perkampungan Karangpace ada sekitar 65 orang. Mereka semua juga menyalurkan hak pilih. Karena memiliki kesibukan tersendiri, mereka tidak bebarengan dengan Lasiyo ketika mencoblos.

Sebelum coblosan kemarin, Lasiyo dan warga Samin lainnya melakukan doa bersama. Doa bersama Senin malam (15/4) bertempat di petilasan yang dulu ditempati oleh sesepuh Samin saat memberikan wejangan kepada Presiden Soekarno. Lokasi petilasan itu tidak jauh dari kediamannya.

Doa dan syukuran dengan tumpeng buatan istrinya, di petisalan itu semua sesepuh Samin yang tersebar di beberapa wilayah berkumpul. Seperti dari Kecamatan Blora, Randublatung, dan Karangtalun, Banjarejo, dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 20 orang. Pertemuan di petilasan itu, sesepuh dan warga Samin mendoakan untuk kebaikan selama proses pemilu dan ke depan.

Doa bersama ini, menurut Lasiyo, dirinya tidak tidur karena dilakukan hingga dini hari. Dimulai pukul 21.00 hingga 02.00. “Doane mugi-mugi calon presiden kabeh yo apik, mugo-mugo kabeh diparingi becik,'' ujarnya.

Lasiyo berharap siapapun yang terpilih jangan sampai ada permusuhan. Dia berharap siapapun presiden atau pemimpin dan wakil rakyat terpilih agar selalu peduli kepada semua rakyat. Jangan sampai membeda-bedakan antara pejabat dan orang kecil. Antara orang pintar dan bodoh. Harus adil.

“Iso kedah nuturi nyanjangi pripun saene, nyuwun kulo namun ngoten,” harapnya.

Sementara itu, Pramugi Pawiro Wijoyo sesepuh Sedulur Sikep Samin Sambongrejo, Kecamatan Sambong mengatakan, semua warga Samin di kampungnya ikut memilih dan datang ke TPS. Ada sekitar 600 warga. “Saya satu keluarga 6 orang berangkat semua,” ujarnya.

Pemilu kali ini, kata Mbah Pramugi, tidak ada prosesi tertentu untuk menyambut pemilihan. “Warga samin itu dungone neng awake dewe-dewe supoyo seger waras negorone ayem tentrem,” ujarnya.

Dia berpesan pemimpin baru nanti harus orang jujur. Perbuatannya baik, tentu negara akan baik. Begitu juga sebaliknya. “Namun kersane sedulur katah pripun. Sinten mawon seng dadi lak ngeteniki,” pungkasnya.

Pengikut Samin di Blora tersebar di beberapa wilayah. Antara lain, di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo. Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong; Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban; dan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

(bj/fud/rij/aam/dny/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia