Kamis, 17 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Pemilih Khusus Diberi Waktu Mencoblos 1 Jam

Surat Suara Pilpres Kurang

16 April 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MASIH KURANG: Kardus – kardus berisi surat suara yang digunakan pencoblosan pemilu tahun ini. KPUK Lamongan mendata sejumlah TPS masih kekurangan surat suara. Terbanyak, kekurangan surat suara pilpres.

MASIH KURANG: Kardus – kardus berisi surat suara yang digunakan pencoblosan pemilu tahun ini. KPUK Lamongan mendata sejumlah TPS masih kekurangan surat suara. Terbanyak, kekurangan surat suara pilpres. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Persiapan pemilihan umum (pemilu) kurang sehari. Hingga kemarin (15/4),  kekurangan logistik masih terjadi di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

‘’Kita dapat laporan dari PPK adanya kekurangan,’’ tutur Ketua KPUK Lamongan, Imam Ghozali, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Berapa jumlah kekurangan surat suara? Ghozali tak mengetahui jumlah pastinya. Dia beralasan data detailnya dipegang staf. Ghozali hanya mengklaim  kekurangan surat suara sekitar satu persen.

‘’Jumlahnya tidak banyak. Kita sekarang masih merinci lagi, adanya kekurangan logistik,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, satu jenis surat suara mencapai 1.077.636 lembar. Total keseluruhan 5.388.180 lembar.

Ghozali menuturkan, pihaknya sudah melaporkan kekurangan surat suara ke KPU Provinsi Jatim.  ‘’Semua logistik yang kurang, sudah kita laporkan ke provinsi. Provinsi yang mengambil kebijakan untuk pergantiannya,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menjelaskan, dari lima jenis kekurangan surat suara, terbanyak kekurangan surat suara untuk pemilihan presiden (pilpres). ‘’Ini tadi sudah mulai kita lengkapi,’’ klaimnya.

Dia menargetkan seluruh logistik terpenuhi hari ini. Pihaknya bakal memantau persiapan seluruh TPS. Di Lamongan, terdapat 4.500 TPS reguler. Sedangkan 2 TPS tambahan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B.

‘’Besok (hari ini) harus sudah siap semuanya,’’ katanya.

Sementara itu, KPUK mengklaim lembar C6 sudah dibagikan kepada seluruh daftar pemilih tetap (DPT). Warga di Lamongan yang masuk DPT mencapai 1.056.511 orang.

‘’Kita pantau sudah dibagikan semuanya,’’ tutur Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPUK Lamongan, Dewi Maslahatul Ummah, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (15/4).

Apakah menemukan kendala saat pembagian lembar C6? Dewi mengaku tak mendapati permasalahan. Bagaimana bila ada kesalahan nama pada lembar C6 yang diterima DPT di salah satu dapil? ‘’Kalau memang ada ada hal seperti itu, segera laporkan ke PPS setempat agar dibetulkan,’’ imbuh Dewi saat dikonfirmasi via ponsel.

Menurut dia, warga yang tak memiliki lembar C6 masih bisa mencoblos. Mereka terdaftar sebagai daftar pemilih khusus (DPK). Caranya, pemilih membawa KTP elektronik (E-KTP), atau surat keterangan (suket) dari dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil).

‘’Setiap TPS kan sudah diberikan tambahan surat suara 2 persen. Itu disiapkan bagi DPK,’’ ujar perempuan berjilbab tersebut.

Namun, warga yang masuk dalam DPK hanya memiliki waktu mencoblos sekitar satu jam. Dewi mengatakan, waktu pencoblosan bagi DPK mulai pukul 12.00 hingga 13.00.

‘’Bisa mendaftar dulu, baru kembali lagi pada jam yang ditentukan. Memang aturannya harus satu jam,’’ jelasnya.

KPUK merinci jumlah DPK sekitar 262 orang. Jumlah itu masih bisa bertambah lagi. Dewi mencontohkan ada warga yang belum terdaftar DPT tapi memiliki E-KTP atau suket, namun belum melaporkan pada PPS.

‘’Untuk DPK tetap dilayani selama surat suara masih tersedia. Karena surat suara kan ikut sisa dari DPT,’’ ujarnya.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia