Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Kegiatan Penambahan Gizi bagi Lanjut Usia

Tingkatkan Kesejahteraan, Berdayakan Warung

16 April 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BUTUH ULURAN TANGAN: Kepala Dinsos P3A Tuban Nurjanah SH, MM memberikan langsung makanan kepada janda kurang mampu dan sebatangkara.

BUTUH ULURAN TANGAN: Kepala Dinsos P3A Tuban Nurjanah SH, MM memberikan langsung makanan kepada janda kurang mampu dan sebatangkara. (Istimewa)

Share this      

KEPEDULIAN Pemkab Tuban terhadap duafa benar-benar totalitas. Untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi warga lanjut usia (lansia) kurang mampu dan hidup sebatangkara di Bumi Wali, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban menyiapkan Kegiatan Penambahan Gizi pada Lanjut Usia tidak potensial atau sebatang kara.

Tahun ini kegiatan yang sumber dananya dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tuban 2019 sebesar Rp 3.285.000.000 tersebut menyasar 300 lansia pada 4 kecamatan. Meliputi Kecamatan Tuban sebanyak 176 orang, Semanding (51 orang), Merakurak (40 orang), dan Palang (33 orang).

Kepala Dinsos P3A Tuban Nurjanah SH, MM menerangkan, program yang bergulir sejak Oktober 2018 ini dikhususkan untuk lansia tidak potensial.

Dimaksud lansia, mengacu Undang–Undang Nomor 13 Tahun 1998 adalah seseorang yang usianya di atas 60 tahun. Sementara pengertian tidak potensial adalah mereka yang tidak berdaya dan bergantung kepada orang lain. Termasuk hidup sebatangkara.

‘’Mereka inilah yang membutuhkan penanganan segera berupa pemberian makanan siap saji,’’ ujar dia.

Lansia yang layak menerima program ini, sesuai hasil verifikasi, bakal mendapat makan selama 1 tahun (334 hari kalender) dimulai Januari hingga Desember 2019. Sehari, jatah makan yang diberikan dua kali, pagi dan siang.

Menyesuaikan penerima manfaat yang lansia, kata Nur Janah, makanan yang diberikan harus teratur. Porsinya cukup dan memenuhi kebutuhan gizi.

Tak kalah pentingnya, makanan yang diberikan harus bervariasi, dan tidak menimbulkan kebosanan. ‘’Makanannya juga harus lunak dan menyesuaikan selera lansia,’’ ujar mantan camat Jatirogo itu.

Nurjanah menerangkan, teknis pemberian program ini melibatkan 30 warung lokal di sekitar tempat tinggal lansia. Per warung melayani 10 lansia. Warung-warung inilah yang menyiapkan menu makan lansia. Untuk pendampingan dan pe mantauannya dari TKSK dan disnos P3A.

Nurjanah menegaskan, dengan melibatkan warung-warung di sekitar tempat tinggal lansia, program ini diharapkan tidak hanya membantu mengurangi pengeluaran kebutuhan pangan lansia dan meningkatkan taraf ke sejahteraan sosialnya, namun juga memberdayakan dan menambah penghasilan warung lokal/ se tempat, sehingga mampu meningkatkan kese jahteraannya. (ds)

(bj/ds/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia