Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Hukuman Berat Menanti tanpa Kompromi

15 April 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

LIBATKAN SEMUA ELEMEN: Bupati Tuban KH Fathul Huda yang ikut langsung dalam penggerebekan pabrik arak di Desa Tegal­agung, Kecamatan Semanding.

LIBATKAN SEMUA ELEMEN: Bupati Tuban KH Fathul Huda yang ikut langsung dalam penggerebekan pabrik arak di Desa Tegal­agung, Kecamatan Semanding. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

BUPATI Tuban KH Fathul Huda benar-benar meng­apresiasi ketegasan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam memberantas miras di Bumi Wali.

Komitmen ketegasan Polres Tuban dalam memberantas minuman fermentasi beras ini terbukti membuat jera para produsen. Terbukti, kini para produsen kian tersembunyi dalam mengo­perasikan pabrik haramnya.

Ketika mengikuti razia, orang nomor satu di Pem­kab Tuban ini tidak bisa menyembunyikan kege­ramannya. Dia berharap produsen arak dihukum dengan jeratan pasal paling berat, minimal hukuman kurungan penjara yang sama dengan koruptor.

‘’Saya mengapresiasi komitmen Polres Tuban mewujudkan Tuban Bumi Wali bebas miras. Langkah tegas Polres dalam memberantas miras patut men­dapat apresiasi serta dukungan dari elemen masyarakat,’’ puji bupati.

Bupati dua periode ini mengatakan nekatnya pro­dusen arak yang masih beroperasi hingga saat ini tidak lagi faktor ekonomi keluarga yang sulit. Melainkan faktor gaya hidup untuk menumpuk kekayaan. Itu bisa dilihat dari kekayaan para produsen arak yang mayoritas merupakan orang dari kalangan menengah ke atas.

‘’Saya minta produsen arak dihukum yang paling berat, minimal (dihukum penjara) seperti kasus korupsi,’’ tegas Fathul Huda.

Pertimbangan lain bupati meminta hukuman berat yakni sebagian besar produsen merupakan pemain lama yang tempat produksinya pernah beberapa kali digerebek petugas. Bukannya jera, justru para produsen kian nekat dalam menyem­bunyikan alat produksinya dengan membuat ruang-ruang khusus hingga bungker.

‘’Arak ini bisa merusak satu generasi. Jadi perlu langkah tegas, produsennya harus dipenjara lima belas tahun. Apalagi yang pemain lama,’’ kata dia.

Bupati yang juga kiai ini mengatakan, banyaknya produsen arak yang nekat kembali beroperasi karena dulu pasca penggerebekan pelakunya tidak langsung ditahan. Jeratan hukuman mayoritas pelaku hanya tindak pidana ringan (Tipiring) dengan denda. Sehingga dia mengapresiasi ketegasan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam pemberantasan minuman fermentasi beras tersebut. ‘’Sekarang, semua produsen arak langsung ditahan. Ini yang patut diapresiasi,’’ ujarnya.

Komitmen Pemkab Tuban dalam memberantas miras bahkan ditunjukkan dengan janji bupati untuk memberi reward khusus terhadap pelapor kasus miras. Huda mengatakan, perlu peran serta masyarakat untuk pemberantasan miras. Dia juga menjamin identitas pelapor pabrik miras akan dirahasiakan.

‘’Pelapor pabrik miras akan kami beri apresiasi. Apa apresiasinya? Dilihat saja,’’ kata mantan ketua PCNU Tuban ini.

(bj/yud/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia