Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
3 Siswi SMP Olah Daun Asia Afrika Jadi Obat

Ciptakan Permen untuk Penderita Diabetes

Oleh: CHAHYA SYLVIANITA

14 April 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

INOVATIF: Susi Susanti (kiri), Halin Nurul Nisa, dan Pindy Ayu Damayanti mengolah daun asia afrika menjadi permen yang dikonsumsi penderita diabetes.

INOVATIF: Susi Susanti (kiri), Halin Nurul Nisa, dan Pindy Ayu Damayanti mengolah daun asia afrika menjadi permen yang dikonsumsi penderita diabetes. (CHAHYA SYLVIANITA/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

SERING mengantuk salah satu gejala penderita diabetes. Agar glukosa darah tidak naik, ketiga siswi menciptakan permen untuk dikonsumsi penderita diabetes. Sambil mengantuk bisa mengunyah permen dari daun asia afrika.

Suasana teduh terasa memasuki sekolah di Kecamatan Kalitidu. Tanaman daun asia afrika memang tampak mendominasi halaman sekolah. Daun yang besar dan hijau segar menghiasi pekarangan.

Ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro mengunjungi, kondisi SMPN ini lengang. Para siswa menjalani ujian. Guru-guru sedang mengawasi ujian tampak berada di sisi pintu setiap kelas.

Tiga siswi SMPN 2 Kalitidu itu tiba-tiba memasuki ruangan. Tiga siswi ini cukup inovatif. Mereka ternyata dapat mengolah daun asia afrika menjadi permen.  Senyumnya ramah ketika mengobrol tentang inovasinya membaut permen daun asia afrika.

Ketiga siswi yakni Susi Susanti, Pindy Ayu Damayanti, dan Halin Nurul Nisa’. Karyanya membuat permen daun asia afrika ini mengantarkannya juara 1 harapan tingkat Kabupaten Bojonegoro.

Pindy menjelaskan, daun asia afrika memiliki kandungan zat aktif. Seperti saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, dan polifenol yang berguna untuk menurunkan glukosa darah setelah makan. ‘’Jadi olahan permen ini aman dan bisa dikonsumsi dan oleh penderita diabetes. Serta berbahaya bagi penderita diabetes untuk mengonsumsi permen yang dijual saat ini. Karena dapat meningkatkan glukosa darah,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, permen daun asia afrika ini juga dapat mengurangi rasa kantuk. Terlebih lagi pada penderita diabetes yang mudah sekali terserang kantuk. Rasa asam, manis dan aroma khas dari campuran daun asia afrika sangat terasa. Warna permen bening dan struktur permen kenyal.

‘’Jadi bagi penderita diabetes dan ingin sekali-kali makan permen, bisa konsumsi permen dari daun asia afrika ini,’’ kata Pindy sambil tersenyum.

Susan, panggilan akrab siswi kelas delapan itu menambahkan, inspirasi menggunakan daun asia afrika karena tanaman melimpah di area sekolah. ‘’Tanaman di sekolah subur-subur dan melimpah. Tidak pernah digunakan untuk olahan makanan. Setelah membaca beberapa literatur, ternyata daun asia afrika aman dan bisa diolah menjadi makanan,’’ jelasnya.

Seperti kata Robert F. Kennedy, hanya mereka yang berani merasakan kegagalan dapat meraih keberhasilan. Begitu pula ketiga siswi itu ketika merasakan dua kali kegagalan dalam percobaan. Susan mengatakan, meski sempat merasa putus asa, rasa penasaran jauh lebih besar daripada keputusasaannya.

‘’Kegagalan dalam percobaan ternyata disebabkan penggunaan api sewaktu memasak adonan permen terlalu besar. Jadi harus diolah menggunakan panas api sedang selama 10 menit hingga mendidih,’’ ucap Susan.

Dia menambahkan, pembuatan permen dari daun asia afrika ini membutuhkan satu setengah liter ekstrak daun asia afrika atau setara tiga lembar daun berukuran besar. Setiap pengolahan dilakukan secara manual. Mulai dari pengambilan ekstrak saat mengolah daun asia afrika hingga proses pengeringan.

‘’Kalau proses pengeringan menggunakan sinar matahari selama tiga hari. Biar cepat kering kita potong dadu berukuran satu sentimeter,’’ katanya.

Satu adonan bisa menghasilkan 150 butir permen berukuran dadu. ‘’Selain memiliki nilai jual, mudah-mudahan kita dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain. Mudah-mudahan ada sekolah lain ingin belajar proses pembuatannya di sini,’’ ujar Susan dengan senyum.

(bj/cs /rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia