Selasa, 15 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Mulai Pembenihan, Kebutuhan Pabrikan Belum Tahu

13 April 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SEMRINGAH: Sebentar lagi musim kemarau tiba. Para petani tembakau akan semringah pada musim ini.

SEMRINGAH: Sebentar lagi musim kemarau tiba. Para petani tembakau akan semringah pada musim ini. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Memasuki bulan April, para petani tembakau sudah mulai melakukan pembenihan. Nantinya bibit tembakau itu akan ditanam pada Mei mendatang. Karena cuaca juga sudah beralih ke musim kemarau. Beberapa daerah seperti Kecamatan Sugihwaras sudah mulai pembenihan sejak seminggu lalu dan bahkan Kecamatan Kasiman sudah mulai tanam tembakau.

Ketua Kelompok Tani Desa/Kecamatan Sugihwaras Lasto mengatakan, bahwa di wilayahnya sudah melakukan pengolahan tanah sekaligus pembenihan. Usia pembenihannya diperkirakan sudah seminggu. Adapun jadwal tanamnya pada Mei mendatang. Lasto juga mengatakan sudah ada permintaan dari pabrikan Gudang Garam.

“Sudah pembenihan dan dijadwalkan tanam bulan depan, permintaan juga sudah ada dari Gudang Garam,” jelasnya.

Terkait, berapa kebutuhan pabrikan Gudang Garam kepada kelompok taninya tersebut, ia belum bisa menjelaskannya. Karena menurutnya, pihak Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro yang lebih paham soal kebutuhan tembakau tahun ini. Tetapi, besar harapannya kebutuhannya tetap tinggi.

“Harapan kami tentu permintaan kebutuhan tembakaunya lebih tinggi dibanding tahun lalu, pun semoga cuacanya mendukung,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Perkebunan Disperta Bojonegoro Imam Wahyudi mengungkapkan, bahwa beberapa wilayah memang sudah memulai proses pembenihan. Tapi lokasi pastinya dia belum terjun ke lapangan. Meski begitu, ia proyeksikan lahan tembakau tahun ini lebih dari 9.000 hektare.

“Sugihwaras setahu saya yang sudah pembenihan, tapi bulan April memang biasanya sudah serentak pembenihan, karena usia pembenihan 25 sampai 30 hari, pas Mei sudah tanam,” ujarnya.

Selain Kecamatan Sugihwaras, di Kecamatan Kasiman juga sudah melakukan penanaman tembakau dengan sistem tanpa olah tanah (TOT). Para petani tembakau di Kecamatan Kasiman itu dilatih, karena memang mitra dari PT Sadhana. Pun seluruh mitra PT Sadhana sejak awal April ini sudah mulai tanam lebih awal.

“Kalau mitra-mitranya PT Sadhana sudah tanam lebih awal,” katanya.

Saat dikonfirmasi terkait kebutuhan pabrikan terhadap hasil panen tembakau Bojonegoro tahun ini, ia juga belum bisa menjawab. Karena memang hingga saat ini belum ada pertemuan dengan pihak pabrikan. Kemungkinan akhir bulan ini atau awal bulan depan baru adakan pertemuan dengan para pabrikan.

“Kami belum tahu kebutuhan pabrikan mas, karena memang belum adakan pertemuan, mungkin akhir bulan atau awal bulan,” pungkasnya.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia