Kamis, 17 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejari Bekuk DPO Penganiayaan Anak

13 April 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PASRAH: Witno dengan tangan diborgol petugas Kejari Tuban.

PASRAH: Witno dengan tangan diborgol petugas Kejari Tuban. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Berakhir sudah pelarian Witno, 48, terpidana kasus penganiayaan anak selama kurang lebih 2,5 tahun. Kemarin (12/4), warga Desa Latsari, Kecamatan Bancar ini dibekuk tim intel dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban.

Terpidana yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Oktober 2016 itu berhasil diamankan saat hendak kembali ke lokasi persembunyiannya di wilayah hutan desa setempat, setelah beberapa hari terakhir pulang ke rumahnya.

Dari rekaman video yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, terpidana yang divonis dengan hukuman pidana penjara selama delapan bulan dan denda Rp 500 ribu subsider satu bulan kurungan penjara itu sempat memberikan perlawanan terhadap petugas yang hendak mengamankannya dengan menggunakan senjata tajam.

Selain melawan, yang bersangkutan juga sampat membuat warga desa setempat geger karena berteriak keras saat hendak diamankan petugas. Beruntung, aksi perlawanan tersebut tidak melukai petugas.
Seteleh menunggu hampir satu jam, yang bersangkutan akhirnya berhasil diringkus dan dimasukkan ke dalam mobil dengan tangan terborgol. ''Sejak awal sudah menunjukkan perlawan. Termasuk upaya penangkapan sebelumnya juga melakukan perlawan, sehingga selalu bisa kabur,'' kata Kasi Intel Kejari Tuban Nur Hadi kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Nur Hadi, kurang lebih tiga kali upaya penangkapan dilakukan. Dimulai usai pembacaan putusan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tuban pada 2016. Kemudian saat berada di wilayah sekitar hutan desa setempat dan kemarin. Setelah itu, petugas kehilangan jejak.

Kasus yang menjerat terpidana sudah diputus PN Tuban pada 17 April 2016. Sebagaimana putusan PN Tuban Nomor 229/Pid.Sus/2016/PN.TBN. Terpidana dihukum delapan bulan penjara dan denda Rp 500 ribu subsider satu bulan kurungan penjara. Karena jangka waktu membayar denda sudah lewat, maka yang bersangkutan harus menjalani hukuman pidana berupa kurungan penjara. ‘’Sesuai pasal 273 ayat 1 dan 2 KUHAP, batas waktu membayar denda paling lama satu bulan, karena sudah lewat sehingga harus mejalani hukuman pidana penjara selama satu bulan,’’ tandasnya. Dengan demikian yang bersangkutan harus meringkuk di balik jeruji besi selama sembilan bulan.

(bj/tok/ds/yan/can/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia