Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport
Tim Sepak Bola Bojonegoro Menjamu Tim Tuban

Dua Kartu Merah dan Keributan

12 April 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TAK LANCAR: Wasit mencoba melerai para pemain dua tim ketika bersitegang.

TAK LANCAR: Wasit mencoba melerai para pemain dua tim ketika bersitegang. (MUHDANY YUSUF LAKSONO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Laga tensi tinggi terjadi tim sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bojonegoro uji coba melawan tim sepak bola Porprov Tuban kemarin (11/4) sore. Pertandingan berakhir imbang 1-1 di Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) diwarnai dua kartu merah. Bahkan, pemukulan kepada wasit. Di akhir laga, terjadi adu jotos.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, babak pertama, kerap diwarnai pelanggaran. Puncaknya pertengahan babak, terjadi gesekan antarpemain. Sehingga terjadi saling dorong dan adu mulut. Insiden di tengah lapangan itu, membuat wasit mengeluarkan kartu merah kepada kedua pemain dari Bojonegoro serta Tuban.

Namun, bukannya keluar lapangan, pemain tim Tuban melayangkan pukulan kepada wasit. Sehingga jalannya pertandingan babak pertama sempat dihentikan sekitar 5 menit. Tensi tinggi berulang ketika peluit panjang pertandingan berakhir. Secara tiba-tiba adu jotos diduga antara ofisial tim dengan penonton.

Menanggapi insiden tersebut, Manajer Tim Sepak Bola Porprov Bojonegoro Ali Mahmud sangat menyayangkan insiden ini. Sebagai pesepak bola, harusnya lebih profesional dan mengendalikan emosi.

“Harusnya bisa menerima keputusan wasit, bukannya malah memukul. Namanya uji coba nanti pemain yang terkena kartu merah kan masih bisa digantikan. Seharusnya mereka sudah tahu itu,” katanya usai laga.

Dia meminta para pemain mengambil pelajaran dari insiden ini. Sebab, dia kerap menekankan bahwa bermain sepak bola tidak hanya menggunakan kaki, tapi juga akal. “Selain itu, harus memiliki rasa hormat kepada perangkat pertandingan dan lawan,” tuturnya.

Sementara itu, gol pertama terjadi pada menit 12. Dwi Kurniawan pemain tim Bojonegoro melesakkan gol melalui sepakan diawali kemelut di depan gawang. Tim Tuban menyamakan skor pada menit ke-70. Sundulan Ahmad Dedy membuat hasil pertandingan menjadi imbang 1-1.

Pelatih Tim Porprov Bojonegoro Putut Wijanarko mengatakan, hasil seri bukan hal penting. Terpenting, kerja sama tim telah terlihat apik. Namun, dia tetap mengevaluasi para pemainnya. Serta, kondisi fisik pemain juga terlihat menurun.

Terutama transisi antara menyerang dan bertahan pada babak kedua. Sehingga kondisi ini dimanfaatkan tim lawan untuk menyamakan kedudukan. “Pelajaran penting pertandingan ini, yaitu konsentrasi dan disiplin pemain. Aspek lain seperti fisik dan sebagainya akan kita benahi seiring waktu,” ujarnya.

“Kita akan agendakan beberapa uji coba lagi sebelum puasa Ramadan. Sementara break dan setelah Lebaran akan uji coba lagi dengan tim rival selevel,” lanjut dia.

(bj/dny/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia