Selasa, 15 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Kades Sumberejo Tak Ajukan Banding

12 April 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TIDAK AJUKAN BANDING: Kades Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Taufik Mulyono, saat di Kejari Lamongan. Dia akhirnya menerima divonis setahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan.

TIDAK AJUKAN BANDING: Kades Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Taufik Mulyono, saat di Kejari Lamongan. Dia akhirnya menerima divonis setahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Kades Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Taufik Mulyono, akhirnya memilih menerima putusan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Dia yang terjerat kasus pemerasan terhadap Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberejo itu, pada sidang di Pengadilan Tipikor minggu lalu divonis setahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider  satu bulan.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya setahun tiga bulan penjara. 

‘’Tidak mengajukan banding. Mengikuti keputusan yang ada karena perbuatannya kan sudah terbukti. Lha hukumannya sudah paling minimal,'' tutur Suisno, penasihat hukum dari Taufik Mulyono.

Dia mengatakan, dirinya memberikan pemahaman terhadap kliennya tentang hal yang terjadi ketika mengajukan banding. Setelah membahas beberapa kali, akhirnya kliennya sepakat menerima vonis.

''Kalau kita mengajukan banding maka risikonya terlalu besar,'' tutur Suisno saat dikonfirmasi via ponsel. 

Menurut dia, ada tiga kemungkinan setelah mengajukan banding. Di antaranya, hukuman berpotensi sama atau naik. Sebab, berdasarkan fakta persidangan, maka kemungkinan cukup kecil hukuman  itu bakal lebih ringan. 

''Kalau nanti hukumannya sama atau naik, ngapain kita banding,'' ujarnya. 

Seperti diberitakan, Taufik Mulyono kerap meminta uang kepada Sekdes Sumberejo, Andis. Nominalnya mencapai hampir Rp 100 juta. Uang yang diminta itu sebagai biaya pelantikan Sekdes pada 2017. 

Beberapa kali korban harus menyerahkan sejumlah uang dengan lokasi penyerahan ditentukan kades. Sepak terjang Mulyono akhirnya terendus petugas Polres Lamongan pada 16 November 2018.  Saat korban menyerahkan Rp 20 juta yang diikat karet kuning dan dibungkus plastik, uang tersebut ditaruh di bawah jok mobil Mulyono. Dia  akhirnya tertangkap operasi tangkap tangan (OTT), ketika melintas di Jalan Poros Desa Sumberejo.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia