Kamis, 17 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Tabrakan Beruntun, Satu Tewas

10 April 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

NAHAS: Kecelakaan kembali terjadi. Peristiwa terjadi di Jalan Bojonegoro-Cepu. Satu orang tewas di kecelakaan tersebut.

NAHAS: Kecelakaan kembali terjadi. Peristiwa terjadi di Jalan Bojonegoro-Cepu. Satu orang tewas di kecelakaan tersebut. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

KALITIDU - Seorang sopir mobil Innova B 2755 SZP Patekun, warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, diduga mengantuk saat mengemudi. Sehingga terjadi kecelakaan beruntun menabrak 3 motor dan 1 pikap di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, sekitar pukul 07.15 kemarin (9/4).

Nahasnya, ada salah satu pengendara motor tewas saat dalam perawatan di RSUD Bojonegoro.

Menurut keterangan Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Matsuis Wanto, bahwa kronologi kecelakaan bermula, ketika mobil Innova melaju dari arah barat. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), diduga pengemudi mobil tersebut mengantuk, sehingga kendaraannya berjalan oleng ke kanan, hingga melebihi as jalan.

Kemudian, saat bersamaan dari arah berlawanan melaju motor Jupiter nopol N 5410 ZI yang dikendarai oleh Yohanes Puji, motor Revo nopol S 6469 FO dikendarai oleh Mutmainah, motor Supra Fit nopol S 4156 BR yang dikendarai oleh FD, dan mobil pikap nopol W 8631 NQ dikemudikan oleh Kukuh Yudho.

“Karena jarak sudah dekat dan diduga karena kurang pengemudi mobil Innova kurang hati-hati, akhirnya terjadi laka lantas beruntun tersebut,” tegasnya.

Akibat dari kejadian laka lantas tersebut, ketiga pengendara motor dan satu pengemudi mobil pikap mengalami luka-luka. Selanjutnya dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk menjalani perawatan medis. Namun ada satu pengendara motor Revo bernama Mutmainah, 25, Dusun Balongsumber, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, meninggal dunia.

“Tapi akhirnya pengendara motor Revo meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD Bojonegoro,” katanya.

Sementara itu, ia pun mengingatkan bahwa Jalan Raya Bojonegoro-Cepu akhir-akhir ini terus memakan korban. Menurutnya kondisi jalan lurus, mulus, dan lebar seringkali membuat kendaraan cenderung melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga melebihi batas kecepatan dan juga sering melanggar markah jalan.

“Pun kalau sudah merasa mengantuk, sebaiknya segera beristirahat di tempat yang aman,” pungkasnya.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia