Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Dampak PPDB Mengacu Permendikbud

SMPN 1-SMPN 3 Klaim Tak Dirugikan

09 April 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – SMPN 1 Tuban dan SMPN 3 Tuban menganggap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK tidak memberatkan. Justru yang merasa dirugikan adalah orang tua siswa berprestasi yang tinggal jauh dari kawasan kota. Sebab, peluang menyekolahkan anaknya di sekolah unggulan nyaris tertutup.

Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan mengatakan, berdasarkan instruksi Disdik Tuban, sementara ini seluruh sekolah sepakat untuk tidak membuka jalur tes pada PPDB tahun ini. Tanpa terkecuali SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban yang tahun lalu membuka jalur tes. Menurut dia, peraturan tersebut tidak memberatkan institusi pendidikan seperti SMPN 1 Tuban yang mendapat predikat unggulan. ‘’Sekolah tidak merasa dirugikan apa pun, justru ini menjadi tantangan,’’ tegas Mukmanan.

Meski tak bisa lagi menyaring siswa berprestasi untuk masuk melalui jalur tes, sekolah Adiwiyata Nasional ini optimistis tetap bisa bersaing dan menjadi sekolah unggulan melalui proses.

Justru aduan banyak datang dari orang tua dan wali siswa yang menyatakan keberatan dihapuskannya jalur tes masuk. ‘’Beberapa orang tua siswa yang rumahnya jauh dari kota justru merasa dirugikan karena tidak ada tes,’’ kata Mukmanan menjelaskan kedatangan sejumlah orang tua siswa di sekolahnya.

Sejumlah orang tua yang datang ke  SMPN 1 Tuban, kata dia, meminta kebijakan sekolah untuk membuka peluang siswa dari pinggiran agar bisa masuk sekolah favorit di kawasan kota. Namun, Mukmanan belum bisa menanggapi lebih lanjut terkait permintaan tersebut. ‘’Instruksinya jika mengacu Permendikbud berarti PPDB tanpa tes. Tapi belum tahu detailnya seperti apa karena juknis (petunjuk teknis) dari disdik belum turun,’’ kata dia.

Mantan kepala SMPN 1 Singgahan ini mengatakan, saat ini sekolahnya belum bisa berbuat banyak terkait aduan sejumlah orang tua dan wali murid tersebut. Seluruh prosedur PPDB sepenuhnya merupakan wewenang disdik. Sementara disdik hingga kemarin (8/4) belum menyerahkan juknis terkait PPDB. ‘’Kami hanya penyelenggara, bukan pembuat keputusan. Jadi peraturan apa pun siap kami laksanakan,’’ tutur dia.

Demikian pula dengan SMPN 3 Tuban. Kepala SMPN 3 Tuban Mat Sa’roni mengatakan, penyelenggaraan PPDB di sekolahnya sepenuhnya mengikuti instruksi disdik. Pendidik senior ini mengatakan, keputusan menyelenggarakan PPDB tanpa jalur tes dipastikan final karena payung hukumnya langsung dari kementerian. ‘’Peraturannya memang begitu. Ya, berarti PPDB tanpa tes,’’ ujar  mantan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Tuban itu.

Terkait dihapuskannya seleksi siswa berprestasi melalui jalur tes, Sa’roni tidak mempermasalahkan. SMPN 3 Tuban tetap berkomitmen mencetak siswa berprestasi melalui berbagai proses. Justru itu menjadi barometer keberhasilan suatu lembaga pendidikan. ‘’Seharusnya memang begitu, sekolah bertugas mendidik hingga mencetak siswa berprestasi melalui berbagai proses,’’ imbuh mantan kepala SMPN 1 Palang itu.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia