Sabtu, 24 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Sisik Ikan Tawar Dijadikan Bahan Penyedap

Tahan hingga Sebulan, Satu Kilogram Jadi 625 Gram

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

08 April 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BAHAN PENYEDAP RASA: Fitriza Yuliandah memanfaatkan sisik ikan tawar untuk pembuatan bahan penyedap rasa dengan cara dikukus dan digoreng, serta dicampuri bumbu dapur.

BAHAN PENYEDAP RASA: Fitriza Yuliandah memanfaatkan sisik ikan tawar untuk pembuatan bahan penyedap rasa dengan cara dikukus dan digoreng, serta dicampuri bumbu dapur. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

PENYEDAP rasa dari sisik ikan bermunculan. Fitriza Yuliandah membuat racikan sisik ikan dengan campuran bumbu dapur seperti laos, jahe, kunyit, garam, dan merica.

Fitriza Yuliandah memerhatikan orang tuanya yang sedang membersihkan ikan bandeng. Sisik ikan yang menjadi sampah, dibuang begitu saja. Remaja 18 tahun asal Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket itu merasa eman. Dia membayangkan sisik ikan tersebut bisa dikumpulkan dan diolah.

Dicarinya bahan referensi tentang kandungan sisik ikan bandeng. Setelah membaca sejumlah sumber informasi, Fitri menyimpulkan ada kandungan kolagen pada sisik ikan bandeng. Juga, pada sisik ikan tawar lainnya seperti mujair dan gabus. Kolagen sangat bagus untuk kulit.

‘’Akhirnya, tumbuh ide digunakan untuk pembuatan pengganti penyedap rasa menggunakan bahan dasar ikan,’’ tuturnya.

Sebelum memanfaatkan sisik, Fitri harus menghilangkan bau amisnya. Caranya, memanfaatkan jeruk nipis.

‘’Saya rendam terlebih dulu dengan jeruk nipis selama 3 sampai 4 jam lamanya, baru hilang,’’ jelasnya.

Setelah itu, sisik ikan dijemur sinar matahari sampai kering. Selanjutnya, sisik tersebut dikukus selama sekitar 30 menit. Jika selesai, maka tinggal digoreng sangria dan dihaluskan menggunakan blender.

Sisik ikan yang sudah halus itu, tinggal dicampur dengan bumbu – bumbu dapur.  ‘’Kalau bumbunya menggunakan laos, jahe, kunyit, garam, merica, dan masih banyak lainnya,’’ ujarnya.

Hasil racikan bumbu dan sisik halus, disangrai lagi. Penyedap rasa pun siap dikemas. ‘’Sudah saya uji simpan. Tentu barang tersebut sangat lama, bisa sampai sebulan. Namun, selebih itu tentu akan berubah warnanya, baru tidak bisa digunakan,’’ jelasnya.

Satu kilogram sisik bila diolah bisa menjadi 25 kemasan. Satu kemasan itu beratnya 25 gram.

Hasil karya itu mengantarkan Fitri meraih sejumlah prestasi. Tahun lalu, siswi kelas XII ini menyabet juara 2 di Universitas Surabaya dan juara 3 pada lomba di Universitas Airlangga.

‘’Tentu ingin agar sisik ikan ini banyak yang menggunakan, tanpa membeli penyedap rasa lainnya yang sudah kemasan,’’  harapnya.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia