Sabtu, 23 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sembilan Orang Berebut Posisi Direktur BPR

08 April 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (M. ARIF YANTO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Proses seleksi calon direktur kepatuhan dan dewan pengawas perusahaan daerah (PD) bank perkreditan rakyat (BPR) masih berlangsung. Panitia seleksi (pansel) kini tengah melakukan tes psikologi pada para peserta.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmat Djunaedi menjelaskan, ada sembilan nama yang ikut dalam seleksi calon direktur kepatuhan. Mereka berasal dari berbagai daerah.

"Bukan hanya dari Bojonegoro saja," ungkap Rahmat kemarin (7/4).

Rahmat menjelaskan, selain seleksi di pansel, para calon direktur itu nantinya juga akan melakukan tes di otoritas jasa keuangan (OJK). Sebab, lembaga itu yang memiliki kompetensi untuk mengetahui kelayakannya.

Panitia seleksinya dari internal pemkab dan kalangan profesional. Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 37 Tahun 2018 tentang Seleksi Direktur dan Pengawas BUMD.

Saat itu, jabatan direktur kepatuhan PD BPR memang kosong. Karena direktur lama dicopot jabatannya dan dikembalikan ke pemkab. Sebab, aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh ditugaskan di BUMD.

Kekosongan itu terjadi cukup lama. Yakni, sejak November tahun lalu.

Rahmat belum mengetahui kapan seleksi itu akan selesai. Sebab, prosesnya ada di pansel. Namun, diperkirakan prosesnya akan selesai bulan ini atau bulan depan.

"Untuk jabatan dewan pengawas nantinya akan diambil tiga orang. Kalau direktur tetap satu," jelasnya.

Sayangnya, sembilan nama itu belum disebutkan .

Selain pengisian direktur kepatuhan PD BPR, pemkab kini juga tengah menyiapkan pengisian jabatan direktur utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS). Sebab, sejak akhir tahun lalu posisi jabatannya kosong. Untuk sementara jabatannya dipegang oleh Asisten II Nanang Setyo Yuliono.

Rahmat menjelaskan, saat ini seleksi masih dalam proses. Namun, proses seleksi administrasi PT ADS ini cukup lama. Sebab, seleksinya nanti digabung dengan PT Surya Energi Rata (SER).

Sebab, perusahaan itu bekerja sama. "Jadi, nanti seleksinya digabung," jelasnya.

PT ADS adalah BUMD yang selama ini menjadi banyak perbincangan. Sebab, PT ADS hanya mengelola participating interest (PI) dari Blok Cepu. Kontroversi karena dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan PT SER yang merupakan perusahaan swasta.

(bj/zim/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia