Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Sebagian Nelayan Memilih Tidak Melaut

07 April 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TERDAMPAK GELOMBANG TINGGI: Kapal nelayan terlihat sedang parkir, kemarin (6/4).

TERDAMPAK GELOMBANG TINGGI: Kapal nelayan terlihat sedang parkir, kemarin (6/4). (MUHAMMAD RIZA AL-GHOZALI/JAWA POS RADAR TUBAN)

TUBAN – Sebagian nelayan tradisional di Tuban memilih tidak melaut. Hal itu menyusul dalam beberapa hari ini mereka dihadapkan dengan gelombang tinggi yang sering kali menerjangnya.

Sumarjo, salah satu nelayan kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, sudah tiga hari dia dan rekannya tidak miyang (melaut mencari ikan, Red). Hal itu dikarenakan ombaknya sangat tinggi.

Dikatakan dia, bagi nelayan seperti dirinya yang menggunakan perahu biasa maka lebih memilih untuk tidak melaut karena ketinggian ombak bisa mencapai satu hingga dua setengah meter. ‘’Namun untuk kapal yang agak besar dan tinggi, mereka masih bisa  melaut,’’ tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pada bulan ini sudah memasuki musim kemarau. Dalam masa transisi musim penghujan ke musim kemarau memang memberikan dampak negatif. Salah satunya hujan deras disertai angin. Kondisi tersebut rentan memicu bencana banjir, tanah lonsor, hingga angin kencang. Hal tersebut dipicu karena kondisi atmosfer yang disebabkan oleh konvergensi dan belokan angin di wilayah Jawa Timur, termasuk Tuban.

‘’Jadi tidak menutup kemungkinan, juga berdampak pada gelombang tinggi di wilayah perairan (laut, Red),’’ kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, Desindra Deddy Kurniawan.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat Bumi Wali untuk selalu waspada dan mengikuti info cuaca terkini. Dengan harapan mereka bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

(bj/rza/wid/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia