Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Diringkus, Maling Spesialis Pembobol Rumah Kosong

06 April 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIPERIKSA: Ambar, salah satu tersangka yang terakhir ditangkap Satreskrim Polres Tuban.

DIPERIKSA: Ambar, salah satu tersangka yang terakhir ditangkap Satreskrim Polres Tuban. (SATRESKRIM POLRES FOR RADAR TUBAN)

TUBAN – Rumah kosong tanpa pengawasan menjadi ''tambang emas'' bagi komplotan pencuri yang baru diringkus Satreskrim Polres Tuban. Mereka adalah Ambar Eko Purnomo warga Desa Ngandong dan Tarmani warga Desa Gesikan, keduanya di Kecamatan Grabagan.

Berikutnya Bayu Suka Arian Agung Liswono, warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding. Keempatnya spesialis pembobol rumah kosong.

Sementara Andik alias Sukijan, warga Desa/Kecamatan Grabagan yang juga anggota kawanan maling ini masih buron. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban di Satreskrim Polres Tuban, Bayu Suka Arian ditangkap kali pertama pada Januari lalu. Berdasarkan hasil pengembangkan kasus, kemudian diamankan Tarmani pada Maret. Kini, keduanya masih menjalani proses penyidikan.

Tak ingin hanya mereka berdua yang diamankan, Bayu dan Tarmani memberi informasi kepada petugas tentang keberadaan Ambar dan Andik, dua teman mereka yang juga ikut berperan. Tak lama berselang, tim Macan Ronggolawe Satreskrim Polres Tuban mengamankan Ambar saat tengah bekerja sebagai sopir truk di jalan Desa/Kecamatan Grabagan. Barang bukti yang ikut diamankan satu unit disel traktor hasil curian.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, modus keempat pelaku adalah bekerja sama mengintai rumah kosong atau yang luput dari pengawasan pemiliknya. Setelah dipastikan aman, mereka membobolnya dan mencuri barang berharga. ‘’Yang dicuri mulai sepeda motor, disel, dan barang berharga lain,’’ ujar Mustijat.

Berdasarkan hasil penyidikan, sementara diketahui komplotan ini sudah beraksi mencuri 2 disel. Sementara pencurian sepeda motor 3 kali. Lokasi pencurian sementara ini diketahui di Kecamatan Grabagan, Semanding, Tuban dan Merakurak.

Dalam beraksi keempat pelaku ini tidak segan-segan melukai warga yang memergoki aksi mereka. Ketiga pelaku tersebut dijerat pasal 363 ayat 1 ke-  3e, 4e, dan 5e KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia