Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jelang Pilkades, 25 Pemohon Suket Per Hari

05 April 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MULAI RAMAI: Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro mulai ramai jelang pemilihan kepala desa.

MULAI RAMAI: Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro mulai ramai jelang pemilihan kepala desa. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Jelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak se-Kabupaten Bojonegoro pada Juni mendatang. Ratusan calon kades mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro mengurus surat keterangan (suket) tidak sedang dicabut hak pilihnya dan tidak pernah sebagai terpidana. Diperkirakan sejak pertengahan Maret lalu hingga saat ini per hari ada 25 pemohon.

Totok, warga Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, terlihat keluar dari lobi PN Bojonegoro sambil membawa suketnya. Dia mengatakan, sedang mempersiapkan persyaratan untuk mendaftar menjadi calon kades di desanya. Totok menerangkan bahwa pendaftaran dibuka pada 11-25 April 2019.

“Tahap pertama dibuka 11-25 April 2019, nanti kalau hanya satu calon kades akan dibuka lagi pendaftaran sekitar bulan puasa,” ujarnya.

Adapun suket tersebut merupakan salah satu persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon kades. Menurut keterangan Humas PN Bojonegoro Isdaryanto mengatakan, bahwa total suket yang telah diberikan sebanyak 402 suket dari 201 pemohon. Tiap pemohon meminta dua jenis suket.

“Dua jenis suket itu tidak pernah sebagai terpidana dan tidak sedang dicabut hak pilihnya, apabila pernah terpidana, nantinya amar putusannya dimasukkan ke dalam suket,” jelasnya.

Pada prinsipnya PN Bojonegoro mengupayakan suket tersebut segera jadi dan tidak dipungut biaya sepeserpun. Ketika disinggung terkait pemohon yang tersandung pidana, Isdaryanto mengatakan, baru satu saja pemohon asal Kecamatan Sugihwaras. Pemohon berinisial SM, pernah menjadi terpidana kasus penipuan divonis 4 bulan kurungan penjara.

“Dari semua pemohon, baru satu pemohon yang diketahui pernah menjadi terpidana,” pungkasnya.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia