Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Buntu, Mediasi Gemilang – Oppo

04 April 2019, 13: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Undangan mediasi antara Oppo area Tuban – Bojonegoro dengan promotornya Gemilang Indra Yuliarti yang digelar Selasa (2/4) siang hingga sore masih buntu. Belum ada kesepakatan damai dari perundingan yang dimediatori tim bidang tenaga kerja Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTS dan Naker) Tuban.

Dalam mediasi yang digelar di ruang rapat lantai II kantor DPMPTSP dan naker setempat, Oppo area Tuban – Bojonegoro hanya diwakili Mukhit, human resource and development (HRD) area. Sementara supervisor dan trainer area yang juga diundang memutuskan tidak hadir dalam  pertemuan tersebut. Meditornya Kabid Naker DPMPTS dan Naker Tuban Wadiono.

Wadiono menjelaskan, mediasi dua pihak yang berselisih belum mencapai kata sepakat untuk berdamai. Wadiono menjelaskan, pihak Oppo area yang diwakili Mukhit bersedia memenuhi tuntutan Gemilang dengan sejumlah syarat. Yakni, harus mencabut laporannya di Unit IV Satreskrim Polres Tuban. Namun, Gemilang bersikukuh menolak. ‘’Pihak manajemen siap memenuhi semua yang menjadi hak pekerja dengan catatan pengaduan pidana dicabut,’’ ujar dia.

Pihak Oppo, kata Wadiono, juga bersedia mengangkat Gemilang sebagai karyawan tetap. Pertimbangan diangkatnya Gemilang sebagai pegawai tetap karena  masa kerja yang sudah melebihi dua setengah tahun.

Sementara terkait aduan hak cuti, upah lembur, dan tuntutan penghapusan hukuman tak lazim belum dipenuhi. ‘’Sudah saya konfirmasi ke manajemen, sejak Desember 2017 status kerja pelapor sudah menjadi karyawan tetap,’’ terang dia.

Namun, penjelasan kenaikan status sebagai karyawan tetap tersebut dinilai Gemilang hanya lip service. Sejak Desember dia dipaksa Mukhit, selaku HRD area untuk tanda tangan perpanjangan kontrak kerja. Namun, Gemilang selalu menolak karena dia merasa sudah menjadi karyawan tetap, mengingat masa kerja yang sudah melebihi batas. ‘’Tidak ada perbedaan antara karyawan kontrak atau tetap, gaji tetap sama,’’ kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Wadiono mengaku akan kembali meninjau aduan tersebut. Mantan kabid penegakan perda satpol PP Tuban ini akan menerapkan pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial (HI). Yakni, melakukan perundingan bipartit ulang dengan tenggang waktu 30 hari sejak perundingan pertama. Tidak tertutup kemungkinan jika perselisihan belum selesai akan naik di pengadilan hubungan industrial. ‘’Sudah kami jelaskan prosesnya hingga upaya terakhir di pengadilan HI di Surabaya sampai kasasi,’’ imbuh Wadiono.

Sementara itu, Supervisor Oppo Area Tuban – Bojonegoro Dwi Prawoto belum bisa dikonfirmasi terkait hasil perundingan pertama tim naker tersebut. Ponselnya yang kali-kali dihubungi hanya terdengar nada panggil, namun tidak diangkat.

(bj/yud/ds/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia