Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Penyudetan Bisa Berlangsung Dua Tahun

04 April 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PENYUDETAN: Air hujan yang mengalir di Kali Gandong akan langsung mengalir ke Waduk Pacal.

PENYUDETAN: Air hujan yang mengalir di Kali Gandong akan langsung mengalir ke Waduk Pacal. (DOKUMENTASI/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Pemkab memastikan pengerjaan sudetan bukit di Desa Kedungsumber, Temayang, bukan pekerjaan ringan. Diprediksi pengerjaan bisa berlangsung dua tahun.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya Air Masahid menjelaskan, proyek itu memang besar. Sebab, akan menyudet bukit. Panjangnya mencapai 800 meter.

Diperkirakan tidak akan selesai dalam satu tahun ini. “Targetnya memang selesai tahun ini. Tapi, jika pengerjaannya belum dilakukan dalam waktu dekat bisa molor sampai tahun depan,” ungkapnya kemarin (3/4).

Menurut Masahid, pengerjaan akan tuntas Desember nanti jika pengerjaan dilakukan bulan ini. Namun, saat ini belum bisa dimulai progres pengerjaannya.

Penyebabnya, proses perizinan masih belum rampung. “Perizinan itu yang harus dituntaskan dulu,” jelasnya.

Masahid menjelaskan, untuk melakukan penyudetan tidak cukup hanya langsung disudet. Berbagai proses perizinan sebelum dilakukannya sudetan harus diselesaikan.

Selain itu, harus dilakukan perhitungan. Sehingga, bisa jelas berapa nilai ganti yang akan diberikan kepada Perhutani. Sebab, ada banyak pohon yang nantinya akan terdampak proyek sudetan itu.

“Itu nanti harus selesai hitungannya sebelum proses penyudetan dilakukan,” jelasnya.

Menurut Masahid, jika proses penyudetan baru dilakukan Juli tau Agustus, kecil kemungkinan bisa selesai tahun ini. Sebab, prosesnya juga cukup lama.

“Kemungkinan nanti akan berlangsung selama dua tahun,” jelasnya.

Sudetan itu upaya untuk menghilangkan banjir bandang yang menerjang Desa Kedungsumber selama ini. Jika bukit itu berhasil disudet, maka air hujan yang mengalir di Kali Gandong akan langsung mengalir ke Waduk Pacal.

“Ini adalah upaya terakhir. Sebab, tidak ada cara lain lagi untuk mengatasi banjir bandang ini,” terangnya.

(bj/zim/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia