Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Hukum Produsen Arak seperti Koruptor

03 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (DOKUMENTASI/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BUPATI Tuban Fathul Huda meninjau langsung lokasi penggerebekan pabrik arak berskala besar di Kiringan kemarin. Ketika melihat kondisi pabrik minuman keras tersebut, orang nomor satu di Pemkab Tuban ini tak mampu menyembunyikan kegeramannya. Dia berharap produsen arak dihukum dengan jeratan pasal paling berat. Minimal hukuman kurungan penjara yang sama dengan koruptor.

Bupati dua periode ini mengatakan, nekatnya produsen arak yang masih beroperasi hingga sekarang saat ini tidak bisa berdalih karena faktor ekonomi. Namun, lebih tepat karena faktor gaya hidup untuk menumpuk kekayaan. Itu bisa dilihat dari kekayaan melimpah para produsen arak. ‘’Saya minta produsen arak dihukum paling berat, minimal seperti kasus korupsi,’’ tegas Fathul Huda.

Pertimbangan lain bupati meminta hukuman berat karena sebagian besar produsen merupakan pemain lama yang tempat produksinya pernah beberapa kali digerebek petugas. Bukannya jera, justru para produsen tetap beroperasi. Untuk mensiasatinya, mereka membuat ruang-ruang khusus hingga bunker. ‘’Arak ini bisa merusak satu generasi. Jadi perlu langkah tegas, produsennya harus dipenjara lima belas tahun. Apalagi yang pemain lama,’’ kata dia kembali mempertegas pernyataan sebelumnya. Bupati lebih lanjut mengatakan, banyaknya produsen arak yang kembali beroperasi pasca digerebek dipicu dari tidak tegasnya aparat yang tidak menahan. Terlebih, jeratan hukumannya hanya tindak pidana ringan (tipiring). Karena itu, dia mengapresiasi ketegasan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam pemberantasan minuman fermentasi beras tersebut. ‘’Sekarang, semua produsen arak langsung ditahan. Ini yang patut diapresiasi,’’ ujar dia.

Komitmen Pemkab Tuban untuk memberantas miras ditunjukkan bupati dengan janji memberikan reward khusus terhadap pelapor kasus miras. Huda mengatakan, perlu peran serta masyarakat untuk pemberantasan miras. Dia menjamin identitas pelapor pabrik miras dirahasiakan. ‘’Pelapor pabrik miras akan kami beri apresiasi. Apa apresiasinya? Lihat saja nanti,’’ kata mantan ketua PCNU Tuban itu.

(bj/ds/yud/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia