Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Pemkab Siapkan 4.000 Naker

Tunggu JTB Umumkan Lowongan Pekerjaan

02 April 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Perkembangan proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) masih belum dilaksanakan. Diperkirakan proyek itu akan dimulai pada Juli mendatang. Sehingga, rekrutmen pekerja diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Saat ini PT Rekayasa Industri masih belum mengumumkan lowongan pada kita. Jika sudah ada akan langsung kami umumkan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Agus Supriyanto.

Bekerja di proyek migas memang menjadi impian banyak orang. Sebab, bukan rahasia umum jika bekerja di proyek migas memiliki upah yang lumayan. Sehingga, menjadi buruan banyak pencari kerja.

Proyek pengerjaan fasilitas JTB dilakukan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind). Proses pengerjaan ditargetkan tuntas pada 2021 mendatang.

Agus menuturkan, rencananya pemkab menyiapkan 4.000 tenaga kerja (naker) untuk proyek gas JTB. Stok pekerja itu rata-rata sudah berpengalaman di bidang industri pertambangan migas.

Dia menjelaskan, jumlah itu masih akan terus bertambah. Sebab, pihaknya saat ini masih mendata sejumlah tenaga kerja migas asal Bojonegoro yang berpengalaman.

“Mereka adalah eks pekerja migas yang dulu di Banyuurip,” ujar Agus saat ditemui kemarin (1/4).

Agus melanjutkan, para pekerja migas itu banyak yang beralamat di Bojonegoro. Mereka juga sudah bersertifikat. Saat ini mereka bekerja di berbagai bidang.

“Namun, mereka siap ikut seleksi pekerja migas,” ujarnya.

Menurut Agus, dalam waktu dekat proyek JTB akan dimulai. Sebelum dimulai, tenaga kerja akan dicukupi terlebih dulu. Sebab, proyek itu tidak hanya membutuhkan ratusan pekerja.

Namun, ribuan pekerja dari berbagai bidang. Mulai pekerja dengan skill khusus hingga pekerja kasar.

“Untuk memenuhi itu, para pekerjanya kami siapkan dulu,” jelasnya.

Pekerja yang disiapkan disperinaker itu bukan pekerja kasar. Namun, semi-skill. Mereka adalah pekerja yang sudah bersertifikat. Mereka bisa ditempatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Public Government Affair (PGA) and Relations Manager Pertamina EP Cepu Kunadi menerangkan bahwa data secara detail dimiliki main contractor yakni PT Rekayasa Industri (Rekind). Apabila secara prinsipnya, puncak jumlah tenaga kerja di proyek JTB mencapai 6.000 tenaga kerja.

Di antaranya  tenaga skill dan unskill. Pun terkait persyaratan tenaga kerja juga diatur semua oleh Rekind. “Urusan tenaga kerja, kami menyerahkan semuanya ke Rekind, mereka yang punya data tenaga kerja secara detail. Jadi sebaiknya langsung komunikasi saja dengan pihak Rekind,” terangnya.

Saat dikonfirmasi Site Manager PT Rekind Zaenal Arifin menerangkan, bahwa saat ini jumlah tenaga kerja di proyek JTB sekitar 700-an. Ia mengatakan jumlah tenaga kerja akan bertambah secara bertahap menyesuaikan kebutuhan pekerjan.

Diprediksi pada Juli mendatang, jumlah tenaga kerja baru mencapai 2.000-an. Nantinya, tenaga skill akan diurus proses rekrutmennya bersama Dinperinaker. “Pihak Dinperinaker nanti yang akan mengumumkan rekrutmen tenaga kerjanya khusus tenaga skill, satu pintu. Sedangkan tenaga unskill akan diambil dari desa-desa wilayah proyek JTB,” pungkasnya.

(bj/zim/gas/aam/rij/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia