Rabu, 21 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Servis Elektronik Jadi Perajin Miniatur Kapal

Ramai Pesanan Dua Bulan sebelum Petik Laut

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

01 April 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SERING UNTUK LOMBA: Roman dan karya miniatur kapal buatannya.

SERING UNTUK LOMBA: Roman dan karya miniatur kapal buatannya. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

Kemampuan Roman di bidang elektronika mampu dikembangkan untuk kreativitas pembuatan miniatur kapal nelayan yang bisa bergerak. Aki motor dijadikan sumber energi.

Beberapa kaleng cat warna – warni tergeletak di belakang salah satu rumah di wilayah Kecamatan Paciran. Potongan kayu dan tripleks juga dibiarkan berserakan. Barang – barang tersebut merupakan bahan dasar bagi Roman untuk pembuatan miniatur kapal nelayan.

Hari itu, pria berkacamata tersebut sibuk melakukan pengecatan. ‘’Pembuatan ini tergantung dari pemesan. Ingin meminta ukuran besar atau kecil hingga motif cat yang dipesan seperti apa. Kebanyakan meminta pesanan seperti kapal yang digunakan setiap hari mencari ikan,’’ tutur Roman.

Pria 37 tahun itu kali pertama membuat miniatur kapal pada 2015. Awalnya, dia ingin membuat kapal kayu berukuran mini itu untuk dipajang di rumahnya.

Setelah mampu membuat, miniatur itu dirasa membosankan bila  hanya bisa dilihat di sudut ruangan rumah. Dia membayangkan miniatur kapal tersebut juga bisa digerakkan.

Roman lalu mencari cara agar miniatur kapal itu bisa didesain dengan menggunakan remote control. Dia membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikan perakitan elektronik pada miniatur tersebut.

‘’Pada saat saya coba di pinggir laut, banyak yang tanya dan ingin memesan permainan kapal. Di situlah mulai banyak yang memesan hingga saat ini,’’ tutur pria yang sehari – hari bekerja sebagai tenaga servis elektronik itu.

Ukuran terpanjang dari kapal mini yang dibuatnya 90 cm. Bagi Roman, membuat kerangka miniatur kapal nelayan tidak terlalu sulit. Justru pewarnaan pada miniatur itu yang lebih sulit. Sebab, nelayan pantura Lamongan lebih senang menghiasi kapalnya dengan motif banyak bunga. Beda dengan nelayan dari luar kota seperti Rembang yang hanya memainkan coretan  seperti pelangi.

‘’Semakin kecil, pembuatan semakin rumit untuk melukis motif bunga dan membutuhkan waktu yang lama,’’ jelas bapak dua anak ini.

Selama ini, Roman lebih banyak memroduksi dua tipe. Pertama, miniatur kapal dengan bagian depan lebih pendek dan agak bulat. Kedua, perahu dengan bagian depan lebih lancip dan panjang. Jenis perahu itu yang sering digunakan perlombaan.

 ‘’Yang ramai pemesanan dua bulan sebelum petik laut di wilayah pantura. Digunakan untuk perlombaan,’’ ujarnya.

Kali pertama dilombakan mengunakan remote control, kapal mini Roman tak bisa berfungsi. Sebab, frekuensi remote kontrol miliknya ternyata sama dengan orang lain. Kapal miliknya mengikuti perintah remote control orang lain.

Menurut dia, saat perlombaan, sumber energi penggeraknya tidak lagi baterai. Namun, aki motor. ‘’Kalau baterai, pada saat perlombaan hanya bisa bertahan paling lama 20 menit. Sedangkan aki bisa lama,’’ ujarnya.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia