Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Sinkronisasi Tuntas, Sisakan UNBK

Siapkan 202 Server Utama

31 Maret 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SISA PELAKSANAAN: Seorang petugas ketika mengecek persiapan UNBK jenjang SMA kemarin.

SISA PELAKSANAAN: Seorang petugas ketika mengecek persiapan UNBK jenjang SMA kemarin. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Sebanyak 202 unit server disiapkan untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA/MA. Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Lamongan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) telah menuntaskan proses sinkronisasi selama dua hari berakhir kemarin (30/3).

Kepala Seksi (Kasi) SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan Heru Harijanto mengatakan, UNBK berlangsung empat hari dimulai besok (1/4) ini sudah disiapkan 202 unit server. Jumlah server itu lebih untuk cadangan. Sedangkan, jumlah lembaga SMA/MA penyelenggara sekitar 148.

“Sebagai antisipasi kalau terjadi trouble,” katanya.

Menurut dia, tidak semua lembaga dilengkapi server cadangan. Karena server cadangan ini fungsinya sebagai antisipasi apabila terjadi masalah pada server utama. Permasalahan tersebut tidak bisa diantisipasi dengan genset karena hubungannya dengan sistem.

Terkait genset, Heru melanjutkan, setiap lembaga sudah menyiapkan minimal dua genset. Ada yang milik pribadi dan sewa. Tapi, lembaga bisa menyelesaikan masalah tersebut secara internal.

Menurut dia, seluruh persiapan jelang UNBK akan dirampungkan H-1. Mulai dari sinkronisasi atau pengunduhan soal sampai dengan pemasangan nomor peserta ujian. Sehingga Minggu (31/3) tidak ada kegiatan jelang UNBK.

Proses sinkronisasi sudah selesai. Data langsung terkunci oleh pusat. Lembaga tidak bisa membuka sebelum pusat memberikan akses. Sehingga untuk kecurangan. Heru memastikan tidak bisa, sebab semuanya berbasis IT.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Lamongan Abdul Ghofur menuturkan, lembaga MA disiapkan 99 server. Jumlah lembaga penyelenggara 79. Sesuai pengalaman tahun lalu, server cadangan hanya sebagai antisipasi apabila terjadi masalah.

Karena itu, jumlahnya juga tidak sama dengan lembaga penyelenggara. Terkait lembaga penyelenggara UNBK, Ghofur mengklaim tahun ini lebih banyak. Khususnya lembaga mandiri, ada 77 lembaga. Sementara dua lainnya masih menumpang. Tahun lalu, jumlah lembaga menumpang ada empat. Sehingga kemampuan lembaga menyediakan sarpras sudah maksimal.

Terpisah, Kepala SMA Muhammadiyah 8 Sukodadi Sucipto menambahkan, lembaganya mendapat jadwal sinkron pukul 10.00 kemarin (30/3). Proses pengunduhan berlangsung sekitar 2 jam. Karena jumlah lembaga mengakses juga banyak sehingga bergantian. Meski begitu, semuanya berjalan lancar. Seluruh nomor peserta juga sudah dipasang. Sehingga Senin (1/4) siswa bisa mengerjakan UNBK dengan tenang.

(bj/rka/rij/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia