Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PPDB, Sekolah Swasta Segera Kena Zonasi

30 Maret 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten harus bersiap. Sebab, Disdik berencana menerapkan zonasi pada pelaksanaan PPDB tahun depan.

‘’Rencana zonasi sekolah swasta kami terapkan tahun depan. Bukan tahun ini,’’ ungkap Kepala Disdik Hanafi kemarin.

Hanafi menjelaskan, itu masih dalam pembahasan. Pihaknya juga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai zonasi PPDB sekolah swasta itu.

‘’Tapi intinya agar semua sama. Baik negeri maupun swasta mendapatkan perlakuan sama,’’ ujar Hanafi.

Penerapan zonasi dalam PPDB baru berlangsung dua tahun ini. Itu pun masih terbatas sekolah negeri saja. Sekolah swasta masih dibebaskan zonasi.

Artinya, sekolah swasta masih bebas memilih siswa darimana saja. Tidak terbatasi oleh zona.

Hanafi menjelaskan, zonasi sekolah swasta itu nantinya akan berlaku secara nasional. Tidak hanya di Bojonegoro saja. Baik SMP maupun SD. Sebab, zonasi adalah aturan langsung dari pusat.

Tahun depan, Disdik juga akan mengurangi jumlah zona. Tahun lalu Disdik menerapkan 12 zona PPDB. Tahun ini zonanya hanya ada 6 saja. Itu dilakukan agar area zona itu lebih luas. Sekolah lebih leluasa untuk mencari siswa baru.

Saat ini sekolah yang ada di bawah naungan Disdik hanya SD dan SMP. Sedangkan SMA/SMK sudah ada dibawah naungan provinsi.

Sementara itu, Kepala Cabdin Bojonegoro Adi Prayitno menuturkan, pihaknya belum menerima kabar apapun mengenai rencana zonasi sekolah swasta.

Artinya, SMA swasta masih belum ada diberikan zona khusus. ‘’Sampai saat ini belum. Swasta tidak terkena zona,’’ jelasnya.

Tidak hanya SMA swasta, SMK juga masih bebas zona. Sebab, di jenjang SMA/SMK hanya SMK yang bebas zona. Itu karena pendaftaran berdasarkan minat jurusan.

Pada PPDB mendatang Cabdin juga berencana mengurangi jumlah zona. Dari 5 zona menjadi empat zona. ‘’Nanti hanya zona timur, tengah, selatan, dan barat saja,’’ pungkasnya.

(bj/zim/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia