Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Curi Kotak Amal, Divonis Empat Bulan

30 Maret 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

AKHIRNYA DIVONIS EMPAT BULAN: Nanang Masrur Rozi ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres Lamongan. Dia kemarin divonis empat bulan penjara.

AKHIRNYA DIVONIS EMPAT BULAN: Nanang Masrur Rozi ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres Lamongan. Dia kemarin divonis empat bulan penjara. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Nanang Masrur Rozi, 34, melakukan gerakan sujud syukur usai hakim Nova Flory Bunda mengetok palu sidang. Gerakannya diikuti istrinya yang hadir dalam persidangan tersebut. Pria asal Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan yang terjerat perkara pencurian ini menerima putusan hakim tersebut.

Dia dijatuhi pidana penjara selama empat bulan 15 hari. Pria yang pernah menjadi imam musala itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Dia mencuri isi kotak amal musala setempat.

‘’Menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan lima belas hari dikurangi masa penangkapan dan penahanan. Menetapkan barang bukti berupa satu kotak amal setinggi satu meter dan uang tunai Rp 7 ribu yang ada di dalamnya dikembalikan kepada musala Miftakhul Jannah. Serta uang tunai Rp 2,3 juta dikembalikan kepada terdakwa,’’ kata hakim kemarin (29/3) yang memimpin sidang di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih rendah dari tuntuntan jaksa penuntut umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, JPU Yoyok Junaidi mendakwa Rozi melanggar pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dalam keadaan yang memberatkan. Tuntutannya, enam bulan penjara.

Seperti diberitakan, Oktober lalu, Rozi dilaporkan takmir dan warga sekitar musala yang sudah lama mencurigai gerak-geriknya. Saat tidak memasuki waktu salat, terdakwa masuk ke musala dengan kunci cadangan yang dimilikinya. Setelah dirasa aman dan tidak ada yang melihatnya, terdakwa membuka paksa kotak amal. Para saksi akhirnya melihat kotak amal yang rusak dan hanya tersisa Rp 7 ribu di dalamnya. Mereka pun mendatangi warung tempat terdakwa berjualan sehari-hari untuk menanyakan hilangnya uang di kotak amal. Terdakwa mengakui telah mengambil uang di kotak amal Rp 2,3 juta untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Hakim kemudian memberi kesempatan bagi Nanang untuk menyampaikan eksepsinya terhadap putusan itu. ‘’Saya menerima. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,’’ kata terdakwa.

(bj/din/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia