Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Ajak Siswa dan Mahasiswa Bicara Tantangan Kewirausahaan

29 Maret 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KENANG-KENANGAN: Pimpinan Ponpes Al - Rosyid KH Alamul Huda Masyhur memberikan cindera mata kepada Dr. Poepimda didampingi kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan,  Budi Santoso,  SE., MM.

KENANG-KENANGAN: Pimpinan Ponpes Al - Rosyid KH Alamul Huda Masyhur memberikan cindera mata kepada Dr. Poepimda didampingi kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan, Budi Santoso, SE., MM. (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO - BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Rosyid menggelar Kuliah Umum dengan menghadirkan Dr. Poepimda Hidayatulloh, B.Eng., PHD, DIG dari Jakarta di Aula Kampus Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Al-Rosyid (STEBIA) kemarin (28/3).

Dihadapan ratusan mahasiswa STEBIA dan siswa kelas XII MA Al-Rosyid, Poepimda mengulas tuntas tentang tantangan kewirausahaan di era Disrupsi Revolusi Industri 4.0. Dia juga berpesan kepada mahasiswa sebagai generasi muda untuk bisa menghadapi era disrupsi ekonomi dengan lebih bisa membaca situasi dengan lebih baik.

‘’Juga harus bisa bekerja lebih keras dan lebih cerdas,’’ kata pria juga menjabat sebagai Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Karena bagaimanapun juga, menurut Poepimda, namanya disrupsi ini akan terjadi bukan sekarang saja. Disrupsi ekonomi akan muncul dalam 2 atau 3 tahap lagi ke depan. Dalam kurun waktu 30 tahun lagi akan terjadi suatu perombakan atau perubahan basis tatanan sistem ekonomi yang ada.

‘’Nah jangan sampai generasi muda ketinggalan dalam membaca situasi ini,’’ jelasnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Budi Santoso, SE. MM., memberikan sambutan sebelum kuliah umum. Dia mengenalkan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta kuliah umum dengan tujuan memberikan pengetahuan sedari dini tentang program BPJS Ketenagakerjaan. Budi menjelaskan bahwa ada empat program dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Pertama program Pensiun; 2. Kecelakaan kerja; 3. Kematian; 4. Jaminan Hari Tua (JHT). ‘’Nanti adik-adik kalau sudah bekerja di sebuah perusahaan, empat program tadi harus adik-adik dapatkan semua,’’ jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid KH Alamul Huda Masyhur mengaku senang dan bangga hadirnya Dr Poepimda di ponpesnya untuk memberikan kuliah umum. ‘’Mudah-mudahan kehadiran beliau (Poepimda, Red) membawa berkah bagi mahasiswa STEBIA. Dan semoga para mahasiswa tidak gagap menghadapi model ekonomi sedemikian rupa,’’ ucap Gus Huda, panggilan akrab KH Alamul Huda.

(bj/van/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia