Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Banyak Sarjana Perawat Menganggur

28 Maret 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BAHAGIA: Para perawat saat melakukan kegiatan di Alun-Alun Bojonegoro. Sayangnya, sejumlah perawat masih ada yang pengangguran.

BAHAGIA: Para perawat saat melakukan kegiatan di Alun-Alun Bojonegoro. Sayangnya, sejumlah perawat masih ada yang pengangguran. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Salah satu kualitas pelayanan kesehatan ditentukan oleh perawat. Meski kekurangan tenaga perawat, ternyata angka pengangguran lulusan perawat juga banyak. Berdasar dari data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), perawat di Bojonegoro yang belum bekerja sebanyak 1.200 orang.

Ketua PPNI Sukir mengatakan, perawat yang belum bekerja memiliki banyak faktor. Untuk itu kompetensi dan keahlian profesi keperawatan harus terus di-upgrade.

“Perawat yang belum bekerja belum dimasukkan dalam keanggotaan PPNI. Karena ada iurannya, jadi kasihan belum bekerja harus bayar iuran,” ucapnya.

Sukir menjelaskan, kompetensi perawat minimal mengenyam pendidikan D-3 keperawatan. Di luar pendidikan formal harus aktif dalam seminar maupun pelatihan sesuai profesi. “Keahlian-keahlian di luar pendidikan formal harus terus diikuti untuk menunjang latar pendidikannya,” jelasnya.

Lanjutnya, perawat yang mumpuni haruslah abdi profesional. Baik itu untuk pasien, masyarakat umum, maupun di instasi perusahaan.

“Karena perawat itu tidak hanya merawat yang sakit saja. Namun yang sehat juga perlu perawatan. Bagaimana yang sehat tetap sehat dan yang sakit menjadi sehat,” ucapnya.

(bj/cs /aam/gas/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia