Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Dipicu Minum Air Kapur

Setahun, 568 Warga Derita Batu Ginjal

28 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Warga mengonsumsi air mengandung kapur ternyata masih banyak. Hal ini mengacu penderita penyakit batu ginjal di Bojonegoro ternyata tak sedikit. Selama 2018 terdapat 568 penderita batu ginjal.

Data tersebut berdasarkan penderita yang berobat di 36 puskesmas. Tentu, jumlah tersebut belum termasuk penderita yang berobat ke rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun rumah sakit (RS) swasta.

Penderita batu ginjal didominasi usia 45 tahun ke atas. Rincian 375 penderita laki-laki dan 193 perempuan. Data tersebut mencakup pasien baru dan lama. Jumlah pasien paling banyak berkisar antara usia 45 hingga 54 tahun sebanyak 234 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Achmad Hernowo mengatakan, air mengandung kapur di Bojonegoro memang dapat menjadi salah satu penyebab penyakit batu ginjal. Jika tidak diobati, akan menyebabkan penyumbatan saluran kencing. Dan menjadi kerusakan ginjal.

“Bahkan bisa menjadi gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis,” katanya kemarin (27/3).

Dia menyarankan agar masyarakat mengolah air sebelum diminum. Minimal air direbus hingga mendidih agar kapur mengendap di bawah. Semua usia berpotensi menderita penyakit ginjal. Berdasar data di 2018, penderita batu ginjal usia produktif antara 25 hingga 34 tahun sebanyak 63 orang.

Lanjutnya, kasus penyakit ginjal terus meningkat. Jika ada keluhan buang air kecil harus segera periksa ke dokter untuk dipastikan penyebabnya. “Pada kasus ada keluhan kencing sering karena batu ginjal dan infeksi,” katanya.

Penyebab kerusakan ginjal, kata Hernowo, juga sering disebabkan makanan dan minuman mengandung bahan tambahan berbahaya. “Misalnya pengawet atau formalin. Pewarna pakaian atau rhodamin B, dan pengenyal makanan atau boraks,” jelasnya.

Penyakit ginjal bisa dicegah dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Selain itu kurangi konsumsi garam dan makanan tinggi asam urat. “Tentunya minum cukup dengan air dimasak minimal dua liter per hari. Selain itu, periksa kesehatan berkala terutama penderita hipertensi dan diabetes melitus,” jelasnya.

(bj/cs /rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia