Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Mantan Dua Promotor Oppo Bela Gemilang

26 Maret 2019, 21: 44: 37 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIPERIKSA: Sejumlah saksi pembela Gemilang saat memasuki ruang penyidik Unit IV Satreskrim Polres Tuban.

DIPERIKSA: Sejumlah saksi pembela Gemilang saat memasuki ruang penyidik Unit IV Satreskrim Polres Tuban. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

TUBAN – Regional General Manager (RGM) Oppo Khoirur Rozi dan legal company Oppo Anugerah datang ke Tuban sejak Kamis (21/3). Keduanya secara khusus menyiapkan diri mengikuti agenda pemeriksaan Satreskrim Polres Tuban dijadwalkan kemarin (25/3). Menjelang pemeriksaan, penyidik memutuskan penunda memintai keterangan Ojie, panggilan akrab Khoirur Rozi. Padahal, ketika itu Regional Manager Area Oppo Nur Khamid yang juga diagendakan diperiksa, sudah siap. 

Mengapa polisi memending pemeriksaan  Ojie dan Nur Khamid? Ternyata pertimbangan tersebut terkait kedatangan mantan Promotor Oppo Area Tuban-Bojonegoro Achi dan Abadi. Di hadapan penyidik, keduanya memberikan kesaksian yang membela Gemilang, sales yang melaporkan hukuman tak manusiawi, mulai memakan terasi hingga makanan tak lazim lain kepada sales yang tidak memenuhi target penjualan. Kedua saksi ini resign karena perlakuan atasannya (supervisor dan trainer area) yang tak manusiawi. 

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Achi membenarkan seluruh aduan Gemilang. Tak hanya terkait hukuman tak manusiawi, namun juga upah kerja yang tak wajar dan tak diberikannya hak cuti. 

Achi mengaku mengalaminya sejak kepemimpinan supervisor Sugeng Widodo dan Dwi Prawoto Hadi. ‘’Insentif penjualan dan uang lembur tidak transparan, saya pernah minta slip gaji, tapi justru saya disingkirkan perlahan dengan cara dipindah ke tempat terpencil,’’ jelas dia.

Achi menegaskan, Gemilang patut dibela karena mencari keadilan. Dia yakin banyak promotor Oppo yang sebenarnya diuntungkan dengan  laporan Gemilang ke polisi. Pasca kasus tersebut mencuat dan ditangani Polres Tuban dan Bidang Tenaga Kerja Tuban, hukuman tak manusiawi dihapus. Karyawan juga mulai diberikan hak cuti. ‘’Gemilang tidak sendirian mencari keadilan,’’ tegas dia.

Ibu satu anak ini mengatakan, laporan kasus tersebut setidaknya membuktikan bahwa tidak semua bawahan bisa diperlakukan sewenang-wenang. 

Para supervisor dan trainer area Bojonegoro dan Tuban, kata Achi, selama ini memang dikenal suka melakukan bullying. Setiap promotor yang tak tembus target sering dimaki dan diumpat dengan kata-kata kotor. ‘’Mereka (supervisor dan trainer) selalu mengancam memecat promotor yang melawan dan tidak menaati apa yang mereka inginkan,’’ ujar dia.

Gemilang yang ikut dalam pemeriksaan tersebut mengatakan, sejak kasus hukuman yang melanggar hak asasi manusia tersebut dibongkar, para petinggi Oppo area Tuban dan Bojonegoro tak lagi menjatuhkan hukuman tak lazim terhadap sales yang tak tembus target. 

Dia juga mengungkapkan, pasca kasus tersebut viral, total penjualan merosot drastis. ''Banyak pembeli yang enggan membeli smartphone Oppo. Penjualan satu bulan ini tinggal 13-15 unit , sebelumnya rata-rata penjualan 30 unit per bulan,’’ kata dia. 

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, legal company Oppo Indonesia Antonio membenarkan RGM Outcity Surabaya Ojie, RM Nur Khamid, dan legal compay Anugerah sekarang ini berada di Tuban. Namun, dia membantah kehadiran kedua petinggi Oppo Jawa Timur di Tuban terkait pemeriksaan. Menurut dia, kedatangan dua petinggi tersebut untuk keperluan promosi produk. ‘’Urusannya kerja, tidak ada urusan sama kasus hukum,’’ tegas dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia