Selasa, 16 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Dua Pelajar SMA Lamongan Sukses Membuat Nori

Hanya Diambil Daunnya untuk Menghindari Cacing di Batang Kangkung

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

26 Maret 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KREATIF: Wildan sedang memperagakan pembuatan Nori dari sayur Kangkung.

KREATIF: Wildan sedang memperagakan pembuatan Nori dari sayur Kangkung. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

Pembungkus Sushi bernama Nori, umumnya dibuat dari Rumput Laut. Di tangan dua pelajar SMA di Lamongan, pembungkus makanan khas Jepang itu bisa dibuat dari sayur Kangkung.

Daun Kangkung biasa dimasak ibu – ibu rumah tangga untuk Sayur Asam maupun Tumis. Namun, Wildan Zuhrif An’nabil, 18, dan Mochammad Bagus Affandy, 18, mampu memanfaatkannya untuk membuat Nori. Bahan pembungkus Sushi berbentuk lembaran itu selama ini dibuat dari Rumput Laut.

Menurut dua siswa SMAN 1 Lamongan itu, inspirasi pembuatan Nori dari Kangkung itu bermula dari ide guru pembimbingnya. Selain itu juga terinspirasi untuk mencari bahan pembuat Nori yang mudah dan murah. Rumput Laut sebagai bahan dasar pembuatan Nori selama ini cukup sulit didapat. ‘’Saya pikir – pikir, ide tersebut sangat unik dan belum pernah digunakan orang lain serta sangat mudah pencarian ,’’ ucap pria yang sering dipanggil Wildan ini.

Kedua pelajar kreatif itu pun melakukan percobaan. Pertama kali daun Kangkung direbus kurang lebih 10 menit menggunakan air garam. Setelah itu ditiriskan sebelum dihaluskan dengan bumbu dapur bawang putih,  garam dan lainnya. Adonan halus itu kemudian dicetak membentuk lembaran tipis dan dioven kurang lebih 10 menit. ‘’ Semua daun Kangkung bisa dipakai, baik daun tua maupun muda,’’ ungkap Wildan.

Mereka memilih Kangkung yang ditanam petani atau mencari sendiri. Sebab  jangan sampai Kangkung yang tumbuh di atas air karena sangat rawan terdapat cacing di dalamnya. ‘’Ahamdulillah, hasil percobaan kami berhasil. Dan dipastikan bisa dipakai untuk Nori,’’ tukas dia.

Karya ilmiahnya itu kemudian diikutkan kejuaraan karya ilmiah. Di luar dugaan, berhasil mendapatkan empat juara di ajang lomba dan kota yang berbeda selama dua tahun. Kali pertama mendapatkan juara 1 di juara 1 EURECA April 2017 di Universitas Prasetya Mulya Tangerang.  ‘’ Pertama kalinya saat presentasi banyak juri yang mempertanyakan tingkat kesehatan dan keamanannya. Karena banyak kangkung ditangkainya terdapat cacing,’’ ungkap Wildan.

Pertanyaan juri itu dijawab dengan menyertakan hasil uji laboratorium yang menyatakan Nori buatannya sehat. Sebab mereka sejak awal sudah yakin produknya tersebut aman dan sehat. Karena pada saat direbus menggunakan garam untuk mengganti pengawet alami. Selain itu, tangkai Kangkung yang sering terdapat cacing, tidak dipakai. ‘’Sejak awal kami sudah mengantisipasinya,’’ tandas dia.

Setelah itu mereka berhasil meraih Juara 1 Agriday competition pada Februari 2018 di Universitas Padjajaran Bandung, , juara 3 Bussines Plan Competition di Ubaya  Surabaya pada Mei 2018, serta juara 2 Eco Youth Competition 2018 pada September di Universitas Negeri Semarang.

Ketika ditanya tentang pengembangan karya kreatifnya itu, mereka mengaku belum memiliki rencana. Sebab saat ini mereka memilih berkonsentrasi menghadapi ujian nasional dan memamsuki perguruan tinggi. ‘’Setelah itu pasti kami akan meneruskannya. Bahkan akan mencoba menggunakan beberapa daun sayur lain dengan berbagai rasa,’’ ujar dia.

(bj/mal/feb/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia