Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Kemacetan Hingga 500 Meter Setiap Hari

26 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PILIH MANUAL: Perbaikan perlintasan KA di Jalan Panglima Sudirman sejak 23 Maret lalu telah memicu kemacetan hingga 500 meter.

PILIH MANUAL: Perbaikan perlintasan KA di Jalan Panglima Sudirman sejak 23 Maret lalu telah memicu kemacetan hingga 500 meter. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN – Perbaikan perlintasan kereta api (KA) di Jalan Panglima Sudirman Lamongan mulai berdampak kemacetan. Panjangnya hingga 500 meter. Untuk mengurangi kemacetan, diharapkan pengerjaannya menggunakan cara manual, tidak dengan alat berat yang akan menutup jalan sehingga semakin memperpanjang kemacetan.

‘’Kalau saya pribadi, pengerjaannya lebih baik mengunakan cara manual. Jangan menggunakan alat berat,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Lamongan, Ipda Purnomo kemarin (25/3).

Menurut dia, bila mengunakan alat berat, akan memakan badan jalan. Akibatnya, akan menutup badan jalan, sehingga kemacetan akan semakin parah. Apalagi tidak ada jalan alternatif yang layak untuk pengalihan arus. ‘’Hanya ada satu jalan alternatif tapi sempit, yakni lewat Deket Wetan – Tambakboyo terus ke kota. Namun untuk kendaraan besar tidak bisa lewat,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, proses perbaikan perlintasan KA double track itu berupa penggantian bantalan rel beserta pemadatannya.  ‘’Penggantian bantalan rel sudah dilakukan, tinggal melakukan pemadatan,’’ ungkapnya.

Sementara itu Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menjelaskan, perbaikan perlintasan KA tersebut dilakukan sampai 31 Maret mendatang. Hingga kemarin sudah dilakukan perbaikan dan penggantian rel sepanjang 25 meter. Tahap pertama perbaikan dilakukan lajur dari arah Jakarta menuju Surabaya terlebih dahulu. ‘’Kalau sudah selesai, selanjutnya yang dari arah Surabaya,’’ ujarnya.

Menurut dia, perbaikan  masih lama, karena masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaiakan hingga terakhir dilakukan pengaspalan di tengah rel. Pengerjaan masih menggunakan manual dengan alasan agar tidak menghambat lalu lintas. ‘’Blok rel atau lempengan besi yang ada disamping rel juga dilakukan pergantian dengan manual nanti,’’ tukasnya.

Disinggung tentang menggunakan alat berat, menurut dia, belum bisa dipastikan. Karena selama ini pengerjaan di lapangan belum meminta bantuan alat berat. ‘’Tapi tidak menutup kemungkinan juga menggunakan alat berat seperti perbaikan rel kereta api sebelumnya,’’ ujar dia.

(bj/feb/jar/mal/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia