Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Generasi Milenial Kesulitan Bahasa Jawa

26 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Kelestarian bahasa Jawa sebagai bahasa ibu patut untuk diperjuangkan dan terus dilestarikan. Terlebih pada generasi muda di era milenial dengan terpaan teknologi digital yang masif. Jawa Pos Radar Bojonegoro melakukan polling terhadap para pelajar di Bojonegoro. Hasilnya, mereka masih sering kebingungan dan kesulitan saat berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa kromo.

Salah satu pelajar, Iwan Setyadi mengatakan, tidak begitu menguasai bahasa Jawa kromo. Bahasa Indonesia dan Jawa (campuran) menjadi ragam yang paling sering digunakan. Terlebih dari lingkungan keluarganya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

“Karena saya memang bukan asli orang Jawa. Sehingga kemampuan dan pengetahuan saya dalam penggunaannya kurang mumpuni. Selain itu, kalau di rumah saya dan orang tua berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia atau campuran dan bukan Jawa kromo,” kata dia kemarin (24/3).

Hal senada juga disampaikan Dita Ayuningtyas, saat berada di lingkungan dan keluarga dia terhitung jarang menggunakan bahasa Jawa kromo. Meski asli orang Jawa, hal seperti ini sudah terjadi atau terbiasa sejak kecil.

“Sehingga saya sedikit takut dan ragu kalau akan menggunakan bahasa Jawa kromo. Sebab, saya merasa kurang menguasai bahasa tersebut,” imbuh dia.

Ketua MGMP Bahasa Jawa jenjang SMA di Bojonegoro, Rindha Novacerya mengatakan, para pelajar memang tidak terbiasa menggunakan bahasa Jawa kromo. Lebih kepada bahasa Indonesia atau Jawa campuran.

“Bahkan antara kromo inggil dan madya saja belum bisa membedakan,” jelas dia.

(bj/dny/aam/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia