Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

SPBU Mini Hangus Terbakar, Pemilik Luka-Luka

25 Maret 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RUSAK: SPBU mini di Tambakrejo terbakar. Pemilik mengalami luka ringan.

RUSAK: SPBU mini di Tambakrejo terbakar. Pemilik mengalami luka ringan. (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO – Api mengoyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini milik Kasnur, 43, warga Desa Pengkol RT 13 RW 2 Kecamatan Tambakrejo sekitar pukul 11.10 kemarin (24/3). Warga yang melihat beberapa ada yang menjauh. Mereka memiliki keberanian berusaha untuk menolong. Saat kebakaran terjadi korban atau pemilik SPBU mini tersebut mengalami luka bakar ringan pada tangan dan kaki. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

Kapolsek Tambakrejo AKP Mohtarom mengungkapkan kronologi kebakaran tersebut bermula sekitar 11.10, saat itu pemilik SPBU mini, Kasnur sedang memindahkan BBM jenis pertalite dari jeriken ke drum penyimpanan SPBU mini dengan menggunakan pompa bertenaga listrik. Setelah pertalite di jeriken habis dipindahkan ke drum, kemudian istri korban yang bernama Ngatini, 40, mencabut colokan mesin pompa yang terhubung dengan stop kontak listrik.

“Pada saat colokan listrik dicabut, timbul percikan api lalu menyambar ke lubang drum yang berisi bensin tersebut, sehingga api dari drum membesar dan membakar SPBU mini milik korban,” jelasnya.

Api pun seketika membesar, sehingga korban pun meminta tolong tetangga-tetangganya untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Kemudian warga pun memanggil petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro. Sementara korban yang menderita luka bakar ringan memilih untuk dirawat di rumah.

“Akhirnya dua unit mobil pemadam kebakaran dari pos Padangan ikut membantu memadamkan apinya,” ujarnya.

Kepala Dinas Damkar Bojonegoro Andik Sujarwo mengatakan, bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 dan pos Padangan menerima laporan pukul 11.42. Sehingga, empat personel damkar sampai lokasi pukul 12.03 dan selesai pemadaman 12.30 dengan menggunakan dua unit mobil damkar.

“Penyebabnya percikan bunga api dari pompa pemindah bensin dari jeriken ke drum SPBU mini, saat pemilik sedang memindahkan bensi dan api menjalar ke drum yang berisi bbm,” ujarnya.

Andik menilai kelalaian para pengusaha SPBU mini sangat sering ditemukan. Karena sebagian besar SPBU mini tidak memerhatikan keselamatan dan keamanan alatnya. Bahkan, jarang sekali ditemukan SPBU mini yang melengkapi alatnya dengan alat pemadam api ringan (APAR). Karena sangat berisiko keberadaan SPBU mini kalau terbakar, kalau lokasinya sangat dekat dengan permukiman.

“Karena memang SPBU mini ini kan tidak ada izinnya. Tapi kami pun tidak tinggal diam, sosialisasi pengadaan APAR juga kami lakukan, sekaligus mengingatkan prilaku-prilaku berisiko ketika berada di dekat SPBU mini,” tambahnya.

Sebab, menurut dia, dari segi standardisasi SPBU mini juga belum jelas. Ketidaktahuan atau kecerobohan para pengusaha SPBU mini tentu berisiko. Prilaku seperti merokok di dekat SPBU mini, lalu jarak pemindahan bensin dekat dengan sumber percikan harusnya bisa dihindari.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia