Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Belum Digunakan, Perpustakaan Mini Akan Dibongkar

23 Maret 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TERTUTUP: Bangunan perpustakaan mini di Alun-Alun Bojonegoro ini masih ditutupi seng. Rencananya bangunan ini akan dibongkar.

TERTUTUP: Bangunan perpustakaan mini di Alun-Alun Bojonegoro ini masih ditutupi seng. Rencananya bangunan ini akan dibongkar. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Bangunan perpustakaan mini berdiri di tengah Alun-Alun Bojonegoro jalan di tempat. Bangunan berbentuk persegi di timur air mancur tersebut selesai dibangun. Namun, berembus kabar bangunan dikerjakan 2018 lalu itu akan dibongkar lagi.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan menuturkan, selama ini informasi mengenai bangunan itu sangat minim. Komisi D yang membidangi infrastruktur juga tidak mengetahuinya. “Kami juga tidak tahu itu mau dijadikan apa,” katanya kemarin (22/3).

Fauzan mengakui telah mengetahui bangunan itu. Namun, dalam sejumlah rapat dilakukan dengan organisasi perangkat daerah (OPD), tidak pernah menyinggung hal tersebut. “Itu saya tidak tahu ditangani oleh OPD apa,” jelasnya.

Fauzan menuturkan, bangunan itu sudah ada sejak tahun lalu. Jika memang akan difungsikan, seharusnya segera dilakukan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Welly Fitrama menjelaskan, bangunan itu rencananya akan dibuat perpustakaan mini. Namun, hingga kini belum difungsikan. “Soal kapan difungsikan itu, bukan wewenang saya. Itu dinas perpustakaan dan arsip yang menangani,” jelasnya.

Welly menjelaskan, bangunan itu tidak dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, itu adalah corporate social responsibility (CSR) dari Exxon MobilCepu Ltd (EMCL). “Itu memang CSR dari EMCL,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Informasi dari internal dinas perpustakaan dan arsip, bangunan yang rencananya akan dijadikan perpustakaan itu tidak akan digunakan. Bahkan, dalam waktu dekat akan dibongkar. Hingga kemarin, belum ada keterangan lebih jauh apa penyebab bangunan itu berencana dibongkar.

“Rencananya memang dibongkar. Tapi saya tidak tahu kenapa?,” ujar salah satu pegawai di dinas perpustakaan dan arsip.

Dia juga menyayangkan rencana pembongkaran bangunan itu. Padahal, jika dijadikan perpustakaan akan lebih bagus. Bisa menambah manfaat alun-alun. Selain itu, bisa digunakan santai untuk belajar.

(bj/zim/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia