Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Investasi, Emas Tetap Diminati

23 Maret 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SEBAGIAN BELI UNTUK INVESTASI: Dua pengunjung salah satu toko emas di Pasar Baru Lamongan.

SEBAGIAN BELI UNTUK INVESTASI: Dua pengunjung salah satu toko emas di Pasar Baru Lamongan. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA –Berbagai model aksesori seperti gelang, kalung, cincin, dan anting-anting masih menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian perempuan. Apalagi, setelah masa panen tiba. Toko-toko perhiasan di Pasar Baru Lamongan mulai merasakan peningkatan pengunjung.

Muhammad Hanas, karyawan toko emas di pasar tersebut menuturkan, setiap hari sekitar ada 30 orang yang melakukan transaksi jual beli emas di tokonya.

‘’Kalau hari-hari biasa seperti ini ya lumayan lah. Nanti kalau bulan Ramadan atau menjelang lebaran pasti jumlah pengunjung naik delapan kali lipat,’’ kata pria 25 tahun ini Jumat (22/3).

Menurut Hanas, transaksi emas di Pasar Baru Lamongan selalu stabil. Harga emas murni dan harga emas perhiasan juga selalu stabil. Harga emas murni 24 karat saat ini sekitar Rp 595 ribu per gram. Sedangkan harga emas perhiasan mulai Rp 250 ribu.

‘’Kalau sudah jadi perhiasan, kadar emas murninya hanya 30 persen. Soalnya ada campuran bahan logam lainnya,’’ tuturnya.

Salah satu pengunjung toko emas asal Kecamatan Deket, Rusmi, mengatakan, setiap satu atau dua bulan sekali dirinya membeli perhiasan emas di Pasar Baru Lamongan. Perempuan yang sehari-hari menjual ikan ini menganggap emas adalah salah satu bentuk investasi.

‘’Kalau sewaktu-waktu butuh uang dapat dijual lagi emas-emasnya. Kalau gak gitu ya digadaikan di pegadaian. Selain itu, wanita kalau pakai emas justru kelihatan semakin cantik,’’ ujarnya sambil terbahak.

Sementara itu, perhiasan berbahan dasar perak kini makin diminati. Harganya jauh lebih murah daripada perhiasan emas. Perhiasan perak dibanderol mulai Rp 25 ribu per gram. Jika pemilik ingin menjualnya kembali, maka dikenakan potongan harga Rp 7 ribu per gram.

Desi Tri Aini, karyawan toko perak di Pasar Baru Lamongan, menyatakan, cincin dan kalung adalah jenis aksesori yang paling banyak dibeli. Dia mengklaim toko yang dijaganya setiap hari kedatangan 30 pengunjung yang melakukan transaksi.

‘’Jual dan beli perak. Alhamdulillah di sini lebih banyak yang beli. Meskipun ada nilai jualnya, perak tidak bisa digadaikan Mbak,’’ katanya sambil melayani pengunjung.

Desi mengklaim, para penjual perhiasan perak di Pasar Baru Lamongan sama-sama menggunakan bahan baku perak yang berkualitas asal Kota Gede, Jogjakarta. Setiap pembeli memiliki selera masing-masing. Pembeli dari kalangan ibu lebih menyukai perhiasan perak berlapis warna emas. Sedangkan kalangan remaja putri lebih menyukai perhiasan perak dengan warna aslinya.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia