Selasa, 16 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Raijah, Melawan Kanker yang Menggerogoti Leher

Sulit Bicara, Makan-Minum Dibantu Alat

22 Maret 2019, 22: 03: 40 WIB | editor : Amin Fauzie

BUTUH ULURAN TANGAN: Raijah, warga  Kedungrejo, Kecamatan Kerek penderita kanker leher.

BUTUH ULURAN TANGAN: Raijah, warga Kedungrejo, Kecamatan Kerek penderita kanker leher. (DOKUMENTASI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

DENGAN impitan kemiskinan, Raijah, 47, harus berjuang melawan kanker leher. Kondisi tersebut menimpa warga Dusun Puter, RT 01/II, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek sejak tujuh bulan terakhir.

''Dulu, benjolan tersebut hanya seukuran telur ayam,'' tutur Sholihin, 29, anak Raijah. Ketika masih kecil, posisi kanker tersebut berada di rahang kiri bawah dan belum menyebar seperti sekarang. 

Benjolan tersebut, kata dia, sempat diperiksakan ke Puskesmas Kerek. Hasilnya, dinyatakan positif kanker dan dirujuk ke RSAL dr Ramelan Surabaya. Setelah empat bulan antre kamar, Raijah baru bisa menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.  Sebulan setelah dirawat di rumah sakit milik TNI AL tersebut, petani ini dibantar ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Seiring berjalannya waktu, benjolan di leher Raijah kian membesar. Saat ini, kanker ibu berputra dua ini masuk stadium 3B.

Saking besarnya benjolan kanker tersebut, Mak Ijah, panggilan akrabnya kesulitan bicara. Untuk mengunyah dan menelan makanan pun harus dibantu dengan peralatan khusus.

Sholihin berharap, pengobatan ibunya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS, termasuk obat-obatan yang cukup mahal. Tanpa ditanggung BPJS, kecil kemungkinan keluarga ini bisa membayar seluruh pembiayaan di rumah sakit yang sekarang ini sudah menembus angka Rp 28 juta. ''Dari jumlah tersebut kami bayar bayar Rp 1,5 juta,'' kata dia. Selain biaya pengobatan, keluarga Mak Ijak juga harus mengeluarkan biaya perjalanan Tuban-Surabaya. ‘’Di luar biaya rumah sakit, kami sudah mengeluarkan Rp 20 jutaan,’’ kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tuban Bambang Priyo Utomo ketika dikonfirmasi mengatakan, bila ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan kartu Penerima Bantuan Iuran (PBI), bisa ditanggung BPJS. Namun, bila tidak memiliki kedua kartu tersebut, pasien masih memungkinkan mendapatkan biaya dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

(bj/rza/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia