Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Hujan Deras, Dua Rumah Longsor

22 Maret 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HANCUR: Bangunan bagian belakang rumah Supanto yang hancur karena longsor dan terseret banjir.

HANCUR: Bangunan bagian belakang rumah Supanto yang hancur karena longsor dan terseret banjir. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/JAWA POS RADAR BLORA)

Share this      

BLORA - Hujan deras selama seminggu terakhir membuat dua rumah di Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, longsor. Kedua rumah tersebut milik Supanto, 86, dan Munaji, 53. Kedua rumah tersebut hancur di bagian belakang rumah.

Menurut, Jimi, istri Supanto mengatakan, longsor terjadi pada Selasa (19/3) malam lalu. Longsor terjadi secara tiba-tiba usai turun hujan. “Saya tidak tahu, tiba-tiba saja longsor,” ujarnya.

Menurut Jimi, longsornya bagian belakang rumahnya. Karena tergerus air sungai yang tepat di belakang rumah. Saat itu juga baru saja turun hujan deras. Akibat kejadian tersebut, dapur miliknya hancur terbawa material longsoran sedalam hampir 10 meter.

Kini untuk keperluan memasak, dia terpaksa pindahkan di depan rumah. “Kemarin saya ungsikan semua ke depan,” jelasnya.

Jimi mengaku sangat khawatir jika longsor semakin meluas. Itu bisa membuat seluruh rumahnya terbawa longsor. Kekawatiran itu membuat dirinya diliputi rasa waswas. Apalagi saat hujan turun.

Dia mengaku selalu tidak bisa tidur saat ada hujan. Takut rumahnya longsor.

Sementara itu, anak Munaji, Rendi Kuncoro, 34, menjelaskan, sebelum terjadi longsor, dirinya mendengar suara tanah jatuh ke sungai yang ada di belakang rumahnya. Itu sekitar Selasa malam. Sekitar pukul 21.30 dari belakang rumah.

“Hampir setiap jam suara itu muncul terus. Saat saya ke depan rumah, baru terdengar suara bruk, waktu saya lihat ke belakang ternyata terjadi longsor,” jelas kemarin (21/3).

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora kemarin (21/3) mendatangi lokasi longsor. Menurut Tim Reaksi Cepat BPBD Blora Agung Tri, dampak longsor berada di ruang dapur,kamar mandi, ruang tidur, dan dinding belakang rumah. Dan sampai saat ini belum ada pengungsian. Dan pemilik rumah masih bertahan.

“Untuk tindak lanjut menunggu arahan dari kalaksa (kepala pelaksana), ini masih sebatas pelaporan dan pengecekan,” ujarnya.

Hanya saja menurutnya, Kalaksa BPBD Blora mengimbau warga untuk waspada terhadap bencana longsor dan banjir di wilayah daerah aliran sungai. Juga bila terjadi bencana segera laporkan ke BPBD.

(bj/fud/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia