Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Total 97 Caleg DPRD Jatim, 26 asal Bojonegoro

Caleg Putra Daerah Dikepung

22 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (M. ARIF YANTO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Bukan hanya calon anggota legislatif (caleg) petahana DPRD Jawa Timur yang didominasi dari luar Bojonegoro. Namun, caleg yang baru bertarung di Pemilu 2019 ini juga didominasi dari luar daerah.

Berdasar data daftar caleg tetap (DCT) daerah pemilihan (dapil) XII (Bojonegoro-Tuban) dari total 97 caleg DPRD Jatim, caleg putra daerah cukup minim. Hanya 26 berasal dari Bojonegoro. Dan, 27 caleg dari Tuban.

Sedangkan, caleg luar dapil, jumlahnya cukup dominan meski menyebar. Seperti 22 caleg asal Surabaya. Gresik 6 caleg, Sidoarjo 6 caleg, Jakarta 3 caleg. Selengkapnya lihat grafis. Tentu, caleg putra daerah diminta berjuang keras untuk merebut suara, meski memiliki peluang lebih besar.

Karena, akan lebih dipercaya oleh pemilih di dapil XII. Sebab, mengacau Pemilu 2014, mayoritas duduk di kursi DPRD Jatim, belum begitu berdampak untuk kemajuan daerah Bojonegoro.

“Sesuai data DCT, yang alamatnya Bojonegoro hanya sekitar 26 caleg,’’ kata Divisi Teknis dan Penyelenggara Pemilu Komisi pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Fatkhur Rohman kemarin (21/3).

Sesuai data DCT DPRD Jatim dapil XII, PKB dan PPP masing-masing ada enam caleg. Semuanya tidak ada yang asal Bojonegoro. Partai Garuda, Berkarya, dan PKPI juga tidak ada caleg asal Bojonegoro.

Partai PDIP, dari 6 caleg hanya 2 caleg asli Bojonegoro. Sedangkan Partai Golkar dari 6 caleg, hanya ada 1 caleg beralamat Bojonegoro. Nasdem dari 6 caleg, 4 caleg asal Bojonegoro. PKS memiliki 6 caleg, 3 di antaranya dari Bojonegoro.

Partai Perindo dari 6 caleg, 3 caleg asal Bojonegoro. PAN, dari 6 caleg, 3 caleg asal Bojonegoro. “Karena untuk caleg provinsi itu juga kewenangan partai di tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Bojonegoro Rupiarsih menilai caleg putra daerah memiliki peluang besar dibanding luar daerah. Namun, semua peluang itu tergantung dari strategi caleg dan partai politik (parpol) yang bersangkutan.

Sebab, caleg putra daerah memiliki kedekatan dengan pemilih dibanding dengan caleg dari luar daerah. “Caleg putra daerah akan lebih mudah komunikasi. Tapi semuanya kembali pada strategi masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Soerawi, salah satu caleg putra daerah dari Partai Demokrat memastikan optimistis merebut kursi di DPRD Jatim. Sebab, dia menilai jabatan DPRD sebagai alat untuk memperjuangkan daerah kelahirannya.

Sementara itu, Freddy Pornomo juga tetap optimistis akan tetap mendapat dukungan dari pemililih dapil XII, meskipun dia asli Surabaya. Namun, selama dia duduk di parlemen, tetap memprioritaskan pembangunan di dapilnnya. “Semua warga negara punya hak yang sama. Yang penting bisa membawa program pembangunan ke dapil,” jelasnya.

(bj/msu/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia